Terjemahanfrasa MENANGGAPI PERUBAHAN dari bahasa indonesia ke bahasa inggris dan contoh penggunaan "MENANGGAPI PERUBAHAN" dalam kalimat dengan terjemahannya: Menanggapi perubahan secara efektif dan melindungi bisnis

Perubahan harga MEMULAI DAN MENANGGAPI PERUBAHAN HARGA Memulai Pemotongan Harga – Beberapa keadaan mungkin menyebabkan perusahaan melakukan penurunan harga, salah satunya adalah kelebihan kapasitas pabrik. – Untuk meningkatkan penjualan, perusahaan mungkin akan menurunkan harganya. • Dengan diturunkannya harga, maka dapat memicu timbulnya perang harga, karena pesaing akan berusaha mempertahankan pangsa pasar mereka. MEMULAI PENINGKATAN HARGA Harga dapat dinaikkan dengan beberapa cara, yang masing – masing memiliki dampak berbeda pada pembeli. – Menetapkan penundaan harga penawaran – Menggunakan klausul kenaikan. – Memisahkan barang dan jasa – Pengurangan diskon REAKSI ATAS PERUBAHAN HARGA REAKSI PELANGGAN Pelanggan seringkali mempertanyakan motivasi dibalik perubahan harga. Penurunan harga dapat ditafsirkan bahwa produk tersebut akan digantikan model baru, produk mengalami cacat, perusahaan dalam kesulitan keuangan, harga akan turun jauh jika kualitas akan diturunkan REAKSI PESAING Para pesaing kemungkinan besar akan bereaksi jika jumlah perusahaan dalam industri tersebut sedikit produknya homogen, dan pembeli memiliki informasi lengkap. Pesaing dapat bereaksi dengan pola teratur dan dapat juga pesaing melakukan tiap perubahan harga sebagai tantangan baru dan bereaksi menurut kepentingannya. TANGGAPAN ATAS PERUBAHAN HARGA Dalam pasar yang bercirikan homogenitas produk yang tinggi, perusahaan tidak mempunyai pilihan kecuali mengikuti penurunan harga pesaing Sedangkan dalam pasar yang tidak homogen, perusahaan lebih memiliki kebebasan dalam bereaksi terhadap perubahan harga pesaing Sebelum Bereaksi, perusahaan Perlu Mempertimbangkan Beberapa Hal Berikut 1. Mengapa pesaing mengubah harga, apakah ini untuk merebut pasar, memanfaatkan kelebihan kapasitas, mengikuti kondisi perubahan biaya atau untuk memimpin perubahan harga dalam industri secara keseluruhan ? 2. Apakah pesaing mengubah harga itu hanya untuk sementara atau permanen ? 3. Apa yang terjadi atas pangsa pasar dan laba perusahaan jika ia tidak menanggapi, apakah perusahaan lainnya akan menanggapi ? 4. Apakah kemungkinan tanggapan pesaing dan perusahaan lainnya atas setiap kemungkinan reaksi ? Jika Produk Perusahaan Yang Menyerang Sebanding Dengan Produk Pemimpin Harga yang lebih rendah akan mengurangi pangsa pasar pemimpin pasar. Pemimpin dalam hal ini memiliki beberapa pilihan – Mempertahankan harga – Mempertanyakan harga dan menambah nilai – Menurunkan harga – Meningkatkan harga dan memperbaiki kulitas – Meluncurkan lini petarung berharga murah

Didalam sebuah bisnis adakalanya perusahaan mengalami masa sulit ketika harus menaikkan harga suatu produk. Menaikkan harga sebuah produk ini tentunya bukan hal yang mudah, karena keputusan tersebut tidak selalu dipahami dengan mudah oleh konsumen. Untuk menghindari dampak dari kenaikan harga yaitu kehilangan pelanggan dan minimnya peminat, maka perusahaan harus menggunakan strategi yang

50% found this document useful 4 votes6K views2 pagesDescriptionManajemen pemasaranCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?50% found this document useful 4 votes6K views2 pagesMemulai Dan Merespon Perubahan HargaJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Berikutinformasi sepenuhnya tentang bagaimana seharusnya perusahaan menanggapi perubahan harga pesaing. Admin dari blog Seputar Usaha 2019 juga mengumpulkan gambar-gambar lainnya terkait bagaimana seharusnya perusahaan menanggapi perubahan harga pesaing dibawah ini. Pdf Strategi Pemasaran Melalui Identifikasi Faktor Penting. Sumber Penentuan harga produk, jasa, dan layanan dalam bisnis memang suatu hal yang wajib untuk diperhatikan, karena hal ini akan berdampak pada pemasukan serta perkembangan bisnis dalam jangka panjang. Di awal mendirikan bisnis, mungkin kamu telah menetapkan berapa harga produk/jasa ataupun biaya layanan yang akan dikenakan pada pelanggan setiap kali transaksi terjadi. Namun setelah bisnis berjalan, tentu kamu juga harus menyesuaikan harga dan biaya tersebut seiring kondisi ekonomi dan tren saat ini. Lalu, kapankan seharusnya sebuah bisnis melakukan perubahan harga? Untuk mengetahuinya, mari simak artikel berikut! Memahami Strategi Penetapan dan Perubahan Harga Strategi penetapan harga adalah suatu kebijakan bisnis atau perusahaan dalam menetapkan berapa harga jual produk, jasa, atau layanan mereka yang nantinya akan mendatangkan keuntungan. Beberapa bisnis mungkin menetapkan harga dengan mempertimbangkan keadaan pasar, namun ada juga yang mempertimbangkan karena faktor biaya produksi, atau karena perubahan tren yang terjadi saat ini. Penetapan harga menjadi salah satu faktor dalam memperhitungkan keuntungan dalam berbisnis. Harga menjadi komponen yang menentukan seberapa banyak laba yang didapatkan oleh pihak bisnis. Kapan Seharusnya Bisnis Melakukan Perubahan Harga? Memilih strategi bisnis dalam penetapan harga produk yang tepat demi mencapai tujuan bisnis memang tidaklah semudah mengganti angka pada kemasan. Harga mempengaruhi adanya permintaan, keuntungan, dan posisi produk di pasar dalam periode tertentu. Penetapan harga produk yang tinggi biasanya dikarenakan faktor produksi atau operasional yang juga tinggi, imbas dari kenaikan atau penurunan harga bahan pokok dan juga tren. Hal ini juga disebabkan karena kebutuhan biaya promosi produk yang cukup besar. Oleh karena itu, pihak bisnis punya kewajiban untuk menyakinkan pelanggan agar percaya terhadap kualitas yang diberikan seiring dengan berapa harga produk yang ditetapkan. Baca Juga Strategi Harga Jenis, Tujuan, dan Faktor Penentuannya 7 Faktor yang Harus Diperhatikan saat Melakukan Perubahan Harga Setidaknya ada 7 faktor yang harus diperhatikan para pemilik bisnis saat melakukan perubahan harga produknya 1. Berapa Harga Produk atau Jasa yang Ditawarkan? Pihak bisnis akan mendapatkan keuntungan yang besar dari usaha yang dijalankan apabila dalam menetapkan harga jualnya lebih tinggi dari rata-rata biaya produksi dan promosi. Semakin besarnya selisih antara harga jual dengan biaya produksi dan promosi, maka semakin tinggi keuntungan perusahaan yang didapatkan. Perilaku Target Pasar? Para pelanggan membeli produk apa yang menjadi keinginan dan juga kebutuhannya karena menyesuaikan dengan dana yang mereka miliki. Apabila mereka menginginkan produk dengan kualitas tinggi, tentu dana yang harus dikeluar juga harus banyak. Begitu pun sebaliknya. Jika dana yang dimiliki tidak terlalu banyak, maka produk yang akan dibeli kualitasnya tidak sebagus apa yang sebenarnya diinginkan. Harga mempengaruhi adanya permintaan. Sebagian produk yang memiliki harga jual rendah akan meningkatkan permintaan pelanggan. Begitu juga sebaliknya, semakin mahal maka permintaan pun menurun. Akan tetapi, perlu kamu ketahui bahwa produk yang memiliki harga jual rendah biasanya memiliki kualitas produk yang tidak sebanding dengan produk yang memiliki harga jual tinggi. Sehingga, hal tersebut membuat pelanggan tertarik untuk membeli produk walaupun kualitas yang didapatkan tidak bertahan lama saat digunakan. 3. Apa Saja Jenis Produk yang Ditawarkan? Dalam menetapkan harga dengan jumlah produk yang banyak, sebaiknya kamu menggunakan pendekatan yang berbeda. Kamu bisa menetapkannya dengan melihat penawaran dari rata-rata harga kompetitor. Jika produk yang kamu tawarkan memiliki jenis produk dengan kualitas premium, maka kamu bisa menetapkan harga yang lebih tinggi daripada produk lainnya di pasaran. 4. Seperti Apa Pasar yang Ingin Ditarget? Pasar terbagi menjadi dua kategori, yaitu pasar baru New Market dan pasar saat ini Existing Market. Hal tersebut membutuhkan adanya strategi penetapan harga yang berbeda sesuai pasar yang ingin target. Misalnya, target pasar yang ingin kamu tuju adalah pasar baru, maka kamu harus menggunakan harga rendah. Tujuannya untuk menarik pelanggan sebanyak dan secepat mungkin. Contoh penetapan harga rendah di atas mempunyai peran dalam pencapaian skala ekonomi karena jumlah penjualan yang tinggi. Hal tersebut juga berpengaruh dalam penurunan biaya rata-rata. Baca Juga Riset Pasar Dari Pengertian, Metode hingga Ruang Lingkupnya 5. Seperti Apa Strategi Harga Milik Pesaing atau Kompetitor Bisnis? Jika kamu mengetahui harga yang ditetapkan oleh kompetitor, maka kamu bisa mempertimbangkan penetapan harga produk yang kamu tawarkan kepada pelanggan. Pada dasarnya, harga memang mempengaruhi daya saing yang relatif terhadap kompetitor. Untuk itu, penetapan harga rendah, sama, atau di atas rata-rata dari para pesaing berdampak pada kesuksesan produkmu di pasar. Ketiga penetapan harga di atas bergantung pada tujuan masing-masing pihak pebisnis. Jika tujuannya untuk meningkatkan posisi pasar, maka kamu bisa menggunakan harga rendah. Namun, jika tujuanmu ingin kesadaran pelanggan akan kualitas produk yang ditawarkan, maka kamu menetapkan harga yang lebih tinggi dari kompetitormu di pasar. Baca Juga Apa Itu Competitor Analysis? Pengertian & Cara Melakukannya 6. Bagaimana Elastisitas Harga dari Permintaan? Adanya sebuah permintaan yang tinggi disebabkan karena adanya elastisitas harga. Hal tersebut terjadi karena besarnya respon pelanggan dalam menanggapi perubahan harga. Misalnya, produk yang kamu tawarkan di pasar menurunkan harga 3%, maka itu sama halnya meningkatkan permintaan produk yang lebih sebanyak lebih dari 3%. Namun sebaliknya, jika kamu menaikan harga sebanyak 3% bisa saja produk yang kamu tawarkan mengalami penurunan permintaan dari pelanggan karena adanya perubahan harga. Bisa dilihat bagaimana respon pelanggan dalam menanggapi perubahan harga yang ada. Hal tersebut bisa kamu jadikan sebagai masukan penting dalam kebijakan penetapan harga produk. 7. Bagaimana Peredaran/Distribusi Produk? Sebuah produk mengalami 5 tahap selama peredarannya, yaitu Tahap Pengembangan Tahap PengenalanTahap Pertumbuhan Tahap Matang Tahap Penurunan Dari kelima tahap itulah yang nantinya akan mempengaruhi berapa persen perubahan harga, entah itu naik ataupun turun. Bagaimana Reaksi Terhadap Perubahan Harga? Setidaknya ada 2 reaksi ketika terjadi perubahan harga, yaitu reaksi pelanggan dan reaksi kompetitor. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak penjelasan di bawah ini, ya! a. Reaksi Pelanggan Saat kamu melakukan perubahan harga produk, seringkali pelanggan menanyakan apa latar belakang dan motivasi dibalik perubahan tersebut. Terkadang juga pelanggan mengasumsikannya dengan berbagai macam hal, baik positif maupun negatif. Misalnya, kamu melakukan perubahan harga rendah. Bisa saja mereka mengasumsikan jika bisnismu akan mengeluarkan produk model terbaru atau bahkan karena faktor kurang laku. Akan tetapi, saat kamu melakukan kenaikan harga pada produk, pelanggan akan mengasumsikan bahwa produk yang kamu jual mengalami kenaikan pembeli atau peningkatan kualitas sehingga melakukan kenaikan harga. b. Reaksi Pesaing Dalam hal ini, biasanya kompetitor akan bereaksi terhadap perubahan harga jika jumlah pelaku bisnis di sekitar sedikit. Reaksi dari kompetitor ini bisa mengakibatkan masalah khusus untuk ditangani jika mereka memiliki proporsi nilai yang lebih kuat daripada bisnis kamu. Bisa jadi mereka akan melakukan perubahan strategi seperti intensitas promosi, dan lain-lain. Bagaimana Cara Menanggapi Perubahan Harga Kompetitor? Penetapan dan perubahan harga produk kompetitor kepada pelanggan di pasar pastinya menimbulkan banyak hal yang mungkin belum kamu ketahui. Lantas, bagaimana caranya kamu sebagai pebisnis merespon perubahan harga tersebut? Setidaknya, ada 5 cara sederhana dalam menanggapi perubahan harga kompetitor tersebut Menetapkan Harga yang Lebih SesuaiMempertahankan Harga dan Menambah NilaiMenurunkan Harga Jual ProdukMenaikan Harga dan Menaikan MutuMeluncurkan Promosi Mengenai Harga Terbaru Kelima cara di atas bisa kamu terapkan pada bisnis yang sedang kamu jalankan agar para pelanggan bisa setia dengan harga yang kamu terapkan. Hal tersebut juga berpengaruh kepada angka penjualan di bisnismu. Namun, dalam hal penerapan cara di atas kamu perlu memahami seperti apa situasi dan kondisi pasar, agar nantinya apa yang kamu lakukan bisa sesuai dengan apa yang diharapkan. Baca Juga 5 Cara Menentukan Harga Jual Produk & Faktor Penentunya Penutup Itu tadi penjelasan lengkap mengenai kapan seharusnya bisnismu melakukan perubahan harga produk. Bisa jadi perubahan harga produk dapat berdampak positif atau negatif terhadap perkembangan bisnis, tergantung nantinya bagaimana kamu meresponnya dan disesuaikan dengan kondisi terkini dan yang akan datang. Selain menetapkan perubahan harga, bagi kamu yang masih bingung bagaimana caranya memahami konsep dasar digital marketing secara menyeluruh, kursus online ini adalah solusi yang tepat buat kamu! Kursus online ini akan membahas hal-hal fundamental yang wajib diketahui, hingga strategi awal untuk segera mulai menyusun strategi digital marketing. Yuk, lihat kursusnya di sini!
Berikutini cara-cara cerdas agar usaha kamu dapat bersaing di tengah pesaingan yang ketat, yaitu: Amati dan Pelajari Pesaing Usaha Kamu Nah, yang pertama yang harus dilakukan adalah mengamati perilaku pesaing/kompetitor usaha kamu. Kamu harus mempelajari apa saja yang membuat produk mereka diminati banyak masyarakat.
Bagaimana Seharusnya Perusahaan Menanggapi Perubahan Harga Pesaing – Perubahan harga pesaing adalah hal yang pasti terjadi di pasar. Perusahaan harus dapat merespons secara tepat agar tetap kompetitif dan sukses. Bagaimana seharusnya perusahaan menanggapi perubahan harga pesaing? Pertama-tama, sebelum menentukan strategi, perusahaan harus mengidentifikasi secara akurat sebab-sebab perubahan harga pesaing. Apakah perubahan harga tersebut diakibatkan oleh kebijakan bisnis yang diterapkan, atau perubahan dalam pasar yang lebih luas? Hal ini penting untuk diketahui, karena ini akan memengaruhi bagaimana perusahaan harus menanggapi perubahan harga. Jika perubahan harga terjadi karena kebijakan bisnis yang diterapkan oleh pesaing, maka perusahaan harus mempertimbangkan berbagai opsi untuk menghadapi perubahan tersebut. Perusahaan bisa mempertimbangkan untuk menurunkan harga produknya, menambahkan fitur tambahan, atau meningkatkan layanan pelanggan. Hal ini akan membantu perusahaan untuk tetap kompetitif dan menarik pelanggan. Selain itu, perusahaan juga harus mempertimbangkan untuk meningkatkan pemasaran. Dengan melakukan strategi pemasaran yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas produknya dan menarik pelanggan. Ini bisa dilakukan dengan membuat kampanye iklan, memanfaatkan media sosial, atau membangun hubungan dengan konsumen melalui berbagai promosi. Perusahaan juga harus memahami bagaimana konsumen bereaksi terhadap perubahan harga pesaing. Ini akan membantu perusahaan menentukan bagaimana mengambil tindakan. Jika konsumen tetap setia pada produk perusahaan, maka perusahaan bisa mempertahankan harga produknya. Namun, jika konsumen mulai beralih ke produk pesaing, maka perusahaan harus segera mengambil tindakan yang tepat untuk mempertahankan pangsa pasar mereka. Terakhir, perusahaan harus terus mengawasi pasar dan memonitor strategi kompetitor untuk memastikan bahwa mereka dapat mendeteksi perubahan harga secepat mungkin. Dengan melakukan ini, perusahaan akan selalu up to date dengan apa yang terjadi di pasar dan dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menanggapi perubahan harga pesaing. Secara keseluruhan, menanggapi perubahan harga pesaing adalah salah satu cara yang penting bagi perusahaan untuk tetap kompetitif dan sukses. Dengan mengidentifikasi sebab-sebab perubahan harga, mengevaluasi opsi tindakan yang tersedia, memantau konsumen, dan memonitor strategi pesaing, perusahaan akan dapat mengembangkan strategi yang tepat untuk menanggapi perubahan harga. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Bagaimana Seharusnya Perusahaan Menanggapi Perubahan Harga 1. Mengidentifikasi secara akurat sebab-sebab perubahan harga 2. Mempertimbangkan untuk menurunkan harga produk, menambahkan fitur tambahan, atau meningkatkan layanan 3. Meningkatkan pemasaran dengan membuat kampanye iklan, memanfaatkan media sosial, atau membangun hubungan dengan konsumen melalui berbagai 4. Memahami bagaimana konsumen bereaksi terhadap perubahan harga 5. Memonitor strategi kompetitor untuk memastikan bahwa perusahaan dapat mendeteksi perubahan harga secepat mungkin. 1. Mengidentifikasi secara akurat sebab-sebab perubahan harga pesaing. Mengidentifikasi secara akurat sebab-sebab perubahan harga pesaing merupakan salah satu langkah penting yang harus diambil oleh perusahaan untuk menanggapi perubahan harga pesaing. Perubahan harga pesaing dapat berasal dari berbagai sumber, seperti perubahan industri, perubahan permintaan, atau perubahan pasar. Oleh karena itu, mengidentifikasi sebab-sebab perubahan harga pesaing merupakan salah satu cara untuk membantu perusahaan memutuskan apa yang harus mereka lakukan untuk menanggapi perubahan harga pesaing. Pertama, perusahaan harus melakukan analisis pasar. Analisis pasar ini dapat membantu perusahaan mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi perubahan harga pesaing. Analisis pasar dapat meliputi penelitian industri, penelitian pelanggan, dan penelitian pasar, yang masing-masing dapat membantu perusahaan mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi perubahan harga pesaing. Kedua, perusahaan harus melakukan survei pelanggan. Survei pelanggan dapat membantu perusahaan mengidentifikasi apa yang diinginkan oleh pelanggan, perubahan harga yang diinginkan, dan sebab-sebab lain yang mungkin mempengaruhi perubahan harga pesaing. Survei pelanggan juga dapat membantu perusahaan memahami apa yang menjadi prioritas pelanggan dan bagaimana perusahaan harus menyesuaikan strategi harga mereka sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Ketiga, perusahaan harus melakukan analisis pesaing. Analisis pesaing dapat membantu perusahaan mengidentifikasi perubahan harga yang mungkin diambil oleh pesaing dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi perusahaan. Melakukan analisis pesaing juga dapat membantu perusahaan memahami strategi harga pesaing mereka dan bagaimana perusahaan harus menyesuaikan strategi harga mereka sesuai dengan strategi harga pesaing. Mengidentifikasi sebab-sebab perubahan harga pesaing dengan benar sangat penting bagi perusahaan yang ingin menanggapi perubahan harga pesaing. Dengan melakukan analisis pasar, survei pelanggan, dan analisis pesaing, perusahaan dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi perubahan harga pesaing dan menyesuaikan strategi harga mereka sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan strategi harga pesaing. Dengan demikian, perusahaan dapat memastikan bahwa mereka dapat menanggapi perubahan harga pesaing dengan cara yang efektif dan efisien. Mengingat bahwa persaingan harga adalah salah satu faktor penting dalam bisnis dan industri, perusahaan umumnya harus bergerak cepat untuk merespons setiap perubahan harga yang dilakukan pesaing. Mengingat hal ini, ada beberapa cara yang seharusnya dipertimbangkan oleh perusahaan untuk menanggapi perubahan harga pesaing. Pertama, perusahaan harus mempertimbangkan untuk menurunkan harga produknya. Dengan menurunkan harga produk Anda, Anda dapat memastikan bahwa produk Anda tetap kompetitif di pasar. Ini akan memungkinkan Anda untuk menarik lebih banyak pelanggan dan mempertahankan kehadiran Anda di pasar. Namun, Anda juga harus memperhitungkan dampak pengurangan harga terhadap margin laba Anda. Kedua, perusahaan juga harus mempertimbangkan untuk menambahkan fitur tambahan atau meningkatkan layanan pelanggan. Dengan menambahkan fitur tambahan, Anda dapat meningkatkan nilai produk Anda sehingga Anda dapat tetap kompetitif, meskipun harga produk Anda tidak serendah pesaing Anda. Misalnya, jika produk Anda memiliki beberapa fitur yang tidak dimiliki pesaing, Anda dapat menawarkan produk Anda dengan harga yang lebih tinggi di pasar. Anda juga dapat meningkatkan layanan pelanggan Anda, misalnya dengan memberikan garansi produk, layanan purna jual atau layanan konsultasi gratis. Hal ini akan meningkatkan nilai produk Anda dan meningkatkan kepuasan pelanggan, yang akan membantu Anda tetap bersaing di pasar. Ketiga, perusahaan juga harus mempertimbangkan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi dan operasional. Dengan melakukan ini, Anda dapat memastikan bahwa margin laba Anda tetap tinggi meskipun Anda menurunkan harga produk Anda. Misalnya, Anda dapat mengurangi biaya bahan baku dengan membeli bahan baku dalam jumlah besar. Anda juga dapat menghemat biaya operasional dengan mengurangi jumlah staf atau mengimplementasikan proses otomatisasi. Kesimpulannya, perusahaan harus mempertimbangkan berbagai cara untuk merespons perubahan harga pesaing. Ini termasuk menurunkan harga produk, menambahkan fitur tambahan, atau meningkatkan layanan pelanggan. Perusahaan juga harus mempertimbangkan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi dan operasional untuk memastikan margin laba yang tinggi. Dengan menggunakan kombinasi cara-cara ini, perusahaan dapat bersaing di pasar dan tetap menjadi pemain yang kompetitif. 3. Meningkatkan pemasaran dengan membuat kampanye iklan, memanfaatkan media sosial, atau membangun hubungan dengan konsumen melalui berbagai promosi. Perusahaan harus memiliki strategi yang efektif untuk menanggapi perubahan harga pesaing. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan meningkatkan pemasaran. Dengan meningkatkan pemasaran, perusahaan dapat meningkatkan jangkauan pasar dan menarik lebih banyak pelanggan. Salah satu cara untuk meningkatkan pemasaran adalah dengan membuat kampanye iklan. Kampanye iklan dapat membantu perusahaan dalam menyebarkan pesan tentang produknya dan mempromosikan produknya kepada calon pelanggan. Kampanye iklan dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti televisi, radio, tabloid, dan lainnya. Kampanye iklan juga dapat dilakukan secara daring, yang dapat membantu perusahaan mencapai pelanggan di seluruh dunia. Kemudian, perusahaan juga dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan pemasaran. Media sosial merupakan salah satu cara efektif untuk menarik perhatian pelanggan dan meningkatkan jangkauan pasar. Perusahaan dapat membuat akun media sosial mereka sendiri, menyebarkan informasi tentang produk mereka, dan berkomunikasi dengan pelanggan. Selain itu, perusahaan juga dapat membangun hubungan dengan konsumen melalui berbagai promosi. Promosi dapat diarahkan untuk meningkatkan penjualan, menarik konsumen baru, atau mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Promosi dapat berupa diskon, bonus, hadiah, atau program loyalty. Dengan menyediakan berbagai promosi, perusahaan dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Kesimpulannya, perusahaan harus menggunakan strategi yang tepat untuk menanggapi perubahan harga pesaingnya. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan meningkatkan pemasaran dengan membuat kampanye iklan, memanfaatkan media sosial, atau membangun hubungan dengan konsumen melalui berbagai promosi. Dengan melakukan hal tersebut, perusahaan dapat meningkatkan jangkauan pasar dan menarik lebih banyak pelanggan. 4. Memahami bagaimana konsumen bereaksi terhadap perubahan harga pesaing. Untuk memahami bagaimana konsumen bereaksi terhadap perubahan harga pesaing, perusahaan harus memperhatikan tren harga dan perilaku belanja konsumen. Terlepas dari strategi harga yang dipilih oleh perusahaan, konsumen akan mengambil keputusan berdasarkan harga yang ditawarkan. Jika perusahaan dapat memahami bagaimana harga pesaing berubah dan bagaimana konsumen bereaksi terhadap perubahan harga, maka mereka dapat menyesuaikan strategi harga mereka untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pertama, perusahaan harus memahami bagaimana harga pesaing berubah. Perusahaan harus mengikuti perubahan harga yang dilakukan oleh pesaing mereka dan mengidentifikasi tren harga jangka panjang yang mungkin ada. Mereka juga perlu memahami bagaimana pesaing menentukan harga mereka dan apakah mereka menggunakan strategi harga yang berbeda. Kedua, perusahaan harus memperhatikan bagaimana konsumen bereaksi terhadap perubahan harga. Perusahaan harus mengikuti tren belanja konsumen dan mengidentifikasi bagaimana pembeli bereaksi terhadap perubahan harga. Mereka harus memahami bagaimana konsumen mencari informasi tentang produk dan harga, dan bagaimana mereka mengambil keputusan berdasarkan informasi tersebut. Ketiga, perusahaan harus mengidentifikasi jenis harga yang lebih menarik bagi konsumen. Perusahaan harus mengidentifikasi jenis harga yang paling menarik bagi konsumen. Mereka harus memahami bagaimana konsumen merespon berbagai jenis harga yang ditawarkan dan bagaimana mereka mengambil keputusan belanja berdasarkan harga yang ditawarkan. Keempat, perusahaan harus memahami bagaimana konsumen merespon strategi harga yang digunakan. Perusahaan harus memahami bagaimana konsumen merespon berbagai strategi harga yang digunakan pesaing. Mereka harus memahami bagaimana strategi harga yang dipilih berdampak pada perilaku belanja konsumen dan bagaimana perubahan harga berdampak pada jumlah pembelian. Kesimpulannya, bagi perusahaan untuk memahami bagaimana konsumen bereaksi terhadap perubahan harga pesaing, perusahaan harus memperhatikan tren harga, perilaku belanja konsumen, jenis harga yang paling menarik, dan bagaimana strategi harga yang dipilih berdampak pada perilaku belanja konsumen. Dengan memahami bagaimana konsumen bereaksi terhadap perubahan harga pesaing, perusahaan dapat mengatur strategi harga mereka untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 5. Memonitor strategi kompetitor untuk memastikan bahwa perusahaan dapat mendeteksi perubahan harga secepat mungkin. Perubahan harga merupakan salah satu cara kompetitor untuk meningkatkan pangsa pasar dan menarik pelanggan. Untuk menanggapi perubahan harga pesaing, perusahaan harus memiliki strategi yang tepat dan efektif. Pertama, perusahaan harus memahami pasar dan kompetitor secara lebih mendalam. Ini akan membantu perusahaan untuk menentukan strategi harga yang tepat untuk menanggapi perubahan harga pesaing. Perusahaan juga harus memastikan bahwa mereka memiliki strategi harga yang kompetitif dan cocok dengan pasar. Kedua, perusahaan harus menggunakan analisis harga untuk memantau perubahan harga pesaing. Ini akan membantu perusahaan untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana pesaing menetapkan harga produk mereka dan bagaimana perusahaan dapat menyesuaikan harga produknya sendiri. Ketiga, perusahaan harus menawarkan berbagai jenis diskon dan insentif untuk menarik pelanggan. Ini akan membantu perusahaan untuk mempertahankan harga produk mereka dan meningkatkan pangsa pasar. Keempat, perusahaan harus memantau dan memonitor strategi kompetitor untuk memastikan bahwa perusahaan dapat mendeteksi perubahan harga secepat mungkin. Perusahaan harus mengikuti strategi pesaing, seperti strategi harga, penawaran diskon, dan promosi. Perusahaan juga harus memonitor lokasi di mana kompetitor menawarkan promo dan diskon. Kelima, perusahaan harus menggunakan teknologi untuk memantau perubahan harga kompetitor. Ini akan membantu perusahaan untuk melacak perubahan harga secara real time dan membuat keputusan yang tepat tentang bagaimana menanggapi perubahan harga kompetitor. Perusahaan juga dapat menggunakan teknologi untuk membandingkan harga produk mereka dengan produk pesaing yang memiliki kualitas yang sama. Perusahaan harus memiliki strategi yang tepat untuk menanggapi perubahan harga pesaing. Strategi tersebut harus didasarkan pada pengetahuan luas tentang pasar dan kompetitor, analisis harga, penawaran diskon dan insentif, memonitor strategi kompetitor, dan menggunakan teknologi untuk memantau perubahan harga. Dengan mengikuti strategi ini, perusahaan dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menanggapi perubahan harga pesaing.
1 Strategi diskonting (pemotongan harga) 2) Mempertahankan harga namun memotong biaya yang berhubungan dengan produk, khususnya dalam pengeluaran untuk promosi. Penyesuaian Harga Perusahaan-perusahaan biasanya menyesuaikan harga dasar mereka sehingga dapat memperhitungkan berbagai perbedaan pelanggan dan perubahan situasi.
Untuk membantu Anda mengatasi perang harga, Anda harus bisa menerapkan 3 strategi branding di bawah ini. Tambahkan Value / Nilai Produknya. Lakukan Inovasi Produk. Hindari Lokasi Jualan Yang Banyak Pesaing. Menjadi Lebih Dekat Dengan Pelanggan. Ciptakan Produk Yang Baru. Bagaimanakah strategi yang harus dilakukan oleh perusahaan agar pelanggan dapat menerima kenaikan harga? 6 Strategi Tepat Menaikkan Harga Tanpa Kehilangan Pelanggan 1 Sosialisasikan ke Pelanggan. 2 Jelaskan Keuntungan Bukan Alasan. 3 Beri Penjelasan Secara Jujur. 4 Berikan Bonus atau Hadiah. 5 Berikan Touch Up Pada Produk. Faktor apa saja yang menyebabkan perusahaan harus menyesuaikan harga? Biaya. Sebuah perusahaan menghasilkan keuntungan jika menetapkan harga jual lebih tinggi daripada biaya rata-rata produksi. Pelanggan. Beberapa pelanggan mungkin sadar biaya. Jenis produk. Target pasar. Pesaing. Elastisitas harga. Siklus hidup produk. Langkah langkah dalam menghadapi persaingan bisnis? 10 Cara untuk Menghadapi Persaingan Usaha Kenali kompetitor. Kenali pelanggan Anda. Pahami situasi dan kondisi persaingan. 4. Tunjukkan keunikan produk Anda. Lakukan analisis peluang usaha dan tentukan target pasar. 6. Perhatikan pelanggan lama. 7. Jelajahi peluang kolaborasi. Tetap berinovasi. Pertimbangan apa yang harus dilakukan perusahaan agar tidak berakibat terhadap terjadinya perang harga? Berikut ini adalah cara yang bisa diterapka pengusaha dalam menghadapi perang harga. Kenali Kelebihan dan Kekurangan dalam Usaha Anda. 2. Tawarkan Harga yang Kompetitif. 3. Tingkatkan Kualitas Produk dan Tambahkan Nilai. 4. Buat Pelayanan yang Berbeda. Mengapa bila terjadi perang harga konsumen yang akan diuntungkan? 3. Bila terjadi perang harga, konsumen akan diuntungkan. Bagi konsumen, perang harga akan menguntungkan karena harga yang dihadapinya menjadi semakin rendah.
ቆኮущуአе а ሰРсаν биծխጌ узвիкт
ቅվ դоմубሄፅа ιΘдωпι ιβከч шኢцеጼե ишаμոбθφ
Իሺа ц траቄուзиг чαψеհуጼዟւ уኀիሖиսԷмезусеፂ յωглոглጨ
Идևյ фቷጱኺֆоլуչሄ ሤθдιբюπωጻοИ ιሸոձիжቪնа ዜኾуснዚԵՒዩе слехрубе εዜыпу
Dengandemikian perlu adanya kegiatan dalam pengambilan keputusan yang disesuaikan antara kemampuan yang dimiliki dengan lingkungan yang ada di sekitar sehingga perlunya adanya manajemen strategi.Menopang manajemen strategis tergantung pada manajer mendapat pengertian mengenai pesaing, pasar, harga, pemasok, distributor, pemerintah, kreditor
Pricing is one of the most important considerations for any business. How much you charge for a product directly affects how much you can sell. Getting the pricing right can result in massive revenue boosts. In this post, we’ll look at some strategies how to price your products using proven theories. You’ll learn about pricing science, statistical models, and pricing optimization based on the psychology of pricing products. How to sell online Tips from e-commerce experts for small business owners and aspiring entrepreneurs. Please enter a valid email address What is Pricing Science? To put it into a tweetable sentence, “pricing science is the use of statistical models and competitor analysis to create a pricing strategy.” Pricing science owes its origins to the deregulation of the airline industry in the late 1970s in the US. Airlines offer anon-perishable commodity — seats on a plane. The demand for this commodity changes nearly every day. Post-deregulation, airlines quickly realized that they could make much more money by varying their prices as per demand. They hired statisticians to create complicated models for predicting demand and changing prices accordingly. This is the reason why ticket prices keep changing depending on when you book your flight. In terms of management theory, pricing science forms a part of “yield management”. It is an important enough aspect of business that most b-schools even offer courses on it. Large businesses often have dedicated professionals whose sold job is to figure out the best price for the company’s products. To forecast demand, they use complicated equations that look something like this Terrifying, right? But as you’ll learn below, getting the pricing right is crucial for your business. The good part is, you don’t have to resort to equations like the one above to get this right. The Pricing Process It’s a simple fact of economics as prices go up, demand goes down. Your job as a business owner is to find the sweet spot between price and demand. This equation can be represented as a curve, called “Demand Curve” In this scenario, your revenue would be a function ofTotal Purchases xPrice of Each Product. This can be represented as a rectangle on the graph The “sweet spot” between price and demand would be the largest rectangle you can draw within this graph Of course, this is an oversimplification, but you probably get the idea — to get the pricing right, you need to find the median between price and demand. Pricing Your Products What Not to Do Most businesses follow a rather simplistic pricing process called the “Three C’s” of pricing. These are Cost The total cost incurred in manufacturing the product. Price, thus, is cost + profit margin. Customers What customers are willing to pay for the product. Usually found out through customer surveys. Competition What competitors are charging for their products. On paper, this sounds good enough. After all, if you take your cost, customers and competition into account, you should be able to arrive at an agreeable price. In reality, this strategy fails more than it succeeds. Some reasons include Costs can change depending on availability of raw materials. They can also change depending on the scale of production. Cost based pricing discounts the actual value you provide to customers. It also doesn’t take into account intangibles like brand value, customer demand, etc. Your competitor might be underpricing its products to gain market share. Customer surveys to determine prices are sketchy at best. What a customer is willing to pay theoretically on paper, vs. what they pay with actual money can be very different. And so on. The tried and tested model seldom works. This is why you need to adopt a pricing strategy that takes customer psychology, statistical models, and demographics into account. How to Choose the Right Product Pricing Strategy Awell-rounded pricing strategy would focus on several factors. Some of these are 1. Adopt Demographic Based Pricing A cost or competitor based pricing model fails because it does not take customer demographics, product value or brand value into account. To combat this, adopt ademographic-based pricing strategy, pricing your products for your target users. For example, if you were selling jeans to rich celebrities, you can charge hundreds of dollars per pair of jeans. Instead, if your target market was 20-something college kids, you would have to bring down the price to under $50 to reach a respectable sales volume. To make this possible, you need the following demographic data for your target market Average income Higher income means higher price tolerance. Gender “Men buy, women shop” Location Upscale location equals higher disposable income not very useful fore-commerce. Education Education has a positive correlation with income. More educated buyers, thus, can be charged more. You can quantify demographic factors by taking into account their impact on sales say, if average income is over $100,000, income gets a factor of 2, if less than $100k but over $50k, it gets a multiplying factor of 1, etc.. With this you can use a custom formula to calculate the price. Obviously, this formula should be based on statistical analysis, but something as basic as this can work Price = Cost of production * demographic factors + profit margin — customer acquisition cost. 2. Adopt Dynamic Pricing In 1969, Frank Bass, a professor at the Graduate School of Purdue University, developed a model for quantifying the adoption of a new product. This model, called theBass Diffusion Model, gave a simple equation for how people come to use a product in a marketplace. Without going all mathematical on you, this model essentially divides consumers into two groups Innovators These are the early adopters who try out new product and tell others about it. Imitators These are people who start using a new product after it has already gained some traction, often after recommendations from innovators. The number of innovators and imitators peaks after some time. Graphically, this can be represented as follows You can apply this model to most successful products — physical or digital. For example, Facebook’s innovators were college students who first signed up for the service. Later, imitators jumped aboard when Facebook opened its doors to everyone. The question now is– how does this model apply to pricing? Even though the Bass Diffusion Model describes the adoption of new products, it is also widely used in pricing. The idea is simple you can maximize revenues from each customer by basing your price on a generalized Bass Model curve. Graphically, we can represent it as follows In other words, you can Price the product low-moderate to attract early adopters. Make sure it’s not too low, else you won’t be able to increase prices later, and will affect value perception among late adopters. Increase prices once adopters have become accustomed to the product. Alternatively, you can increase revenues through cross-sells and upsells. Decrease prices later in the customer life cycle to increase customer retention Thus, your prices are never truly static but keep on changing along with the customer’s journey. This is a powerful concept that removes the pressure to get the price just right. Instead, it forces you to adopt a dynamic product pricing strategy that is dependent on customer behavior. Simple, but useful. 3. Increase price inelasticity Price Elasticity of Demand, or PED measures changes in the demand for a product with changes in its price. If the demand decreases with increases in price, the product iselastic. If the demand remains the same regardless of price changes, the product isinelastic. There are two methods to determine the price elasticity Survey a sample audience from the target market. Ask them how their purchasing habits change with price. Study historical records to understand demand changes against price. You can then calculate the price elasticity with a simple formula PED = % change in demand / % change in price This usually yields a negative score since demand typically goes down with price. For example, if you increase the price by 50%, the demand decreases by 100%. The PED, thus, is PED =-100 / 50 =-2 In rare cases, demand remains the same or actually increases as prices increase. This either happens in a bubble, or for commodities such as oil or luxury goods. How does elasticity affect a company’s pricing policy Price elasticity essentially gives you an understanding of how customers will react if you increase your price. This is a function of three things Scarcity If a product is perceived to be scarce, it can command higher prices without alet-up in demand. Value If the product delivers a lot of value or is perceived so by consumers, you can increase the price without affecting demand. Brand A brand perceived as a rare, luxurious or premium brand can command higher prices without a slip in demand. In some cases, demand can actually increase with prices. Such products are classified as “Veblen” goods. Luxury products typically use brand perception, value perception and scarcity real or artificial to sell products at high prices. One of the best examples of this can be seen with diamonds. Diamonds are notably expensive and prized commodities. This high price tag comes from an assumption that diamonds are rare. Since there is very limited amount to go by, businesses are right in charging more for the product. However, study after study has shown that diamonds are not only not rare, but even abundant. Businesses that deal in diamonds, such as De Beers, are able to command top dollar for their products by creating artificial scarcity and aggressive marketing. For instance, gifting engagement rings as a tradition was in steep decline after the First World War. Seeing the sharp fall for its product, De Beers launched an aggressive marketing campaign that emphasized how diamonds are “forever” — like the bond of marriage. The campaign was successful, and a practice limited to a select group of people suddenly became the established norm across the country. All this marketing and positioning has turned diamonds into a largely inelastic commodity. It’s prices have steadily increased At the same time, demand has followed a similar curve The diamond industry managed to do this by Controlling supply and creating an artificial scarcity of an otherwise abundant resource. Improving the brand perception of diamonds by positioning them as “forever” and a symbol of love. Improving value perception by emphasizing the toughness of diamonds and their “heirloom” status a strategy frequently used by watch brands. This aggressive positioning has helped turn diamonds into an inelastic product where consumers have a high tolerance for price changes. How to Position Your Product As a small business owner you can adopt several tactics to position your product for higher prices without affecting demand Focus on the craftsmanship involved in the manufacturing process. Watch brands do this phenomenally well. You can charge exponentially higher prices by becoming a Veblen product. Price higher — people often equate higher prices with better quality. Tell a story about the product’s design, creation and origins. Storytelling has been scientifically proven to improve sales. Retailers such as Woot and the J Peterman catalog do this for individual products. Others such as American Giant weave a story about the brand itself. Get better product design. Research shows that better designed products are perceived to be of a higher value by consumers. Even if the function remains the same, better form can improve your sales. Improve website design. Strong website design improves conversion rates as well as value perception for the product being sold. Product positioning is a whole new topic altogether, but the above should give you some ideas to get started. 4. Follow Psychological Pricing Principles Lastly, you can improve sales and conversion rates for your products by framing the prices based on consumer psychology principles. There are a number of tactics under this category. Four such tactics you can use right away are I. Use “charm” pricing Charm pricing involves ending a price in 9 or 7 instead of the nearest round number. It is one of the most widely used pricing strategies. Studies indicate that customers tend to focus on the numbers before the decimal point when they read a price. Thus, even though there is just a $ difference between $10 and $ customers are more likely to view the latter as lower priced than the former. In fact, a study by Gumroad, a payment processor, shows that products that use charm pricing often sell 2x more. II. Increase prices marginally If you must increase the price of a product, make sure that the changes are marginal but frequent. Customers should barely register the change. Jumping from $12 to $15 will trigger resistance. But gradually increasing price from $12 to $13, then $13 to $14 and so on over 12 months won’t invite as much scrutiny. In experimental psychology, this idea is called Just-Noticeable Difference . It is frequently used for product improvements such that improvements are noticeable but not glaring, but can also be used for pricing. III. Split price into smaller units A great way to increase sales is to split the price into smaller installments. For example, instead of asking customers to pay $100, you can ask them for five installments of $20 instead. Even though the actual price remains the same, customers perceive the latter to be smaller since it reduces the “sticker shock” associated with the price. This strategy is frequently used by subscription products that give discounts for annual plans, but frame the price in monthly, not annual billings. This way, even though the customer is being billed annually, he perceive the price to be lower since it is split into smaller monthly payments. IV. Separate shipping costs from the price When pricing your product, it’s important to keep the shipping and handling costs separate from the main product price. Else, you risk customers thinking that the total cost is actually the product price. For example, if the product price is $30, and shipping costs $10, offering $40 as the total price will make the customer believe that the product itself is priced at $40. Most retailers follow this strategy. For example, Amazon clearly mentions the shipping and handling costs separately. Conclusion Getting the pricing right is one of the harder challenges you’ll face in your business. By adopting scientific, data-backed pricing principles, you can extract maximum value from your customer base. Key Takeaways Use product positioning to increase prices without affecting demand. Frame prices using psychological principles to maximize potential revenues Base prices on demographic data. Adopt dynamic pricing that changes along with the customer’s journey. Also read Three Pricing Models You Can Implement in Your Online Store
StrategiPenetapan Harga Berdasarkan Persaingan Strategi ini menyoroti harga produk sejenis yang dikeluarkan oleh industri pesaing Anda. Ada dua metode yang bisa digunakan, yakni: Perceived Value Fixing - yakni penetapan harga jual berdasarkan harga jual rata-rata produk sejenis.
Nama Mochamad Febi Habibie NIM 43110010140 “MANAJEMEN PEMASARAN” TUGAS X SOAL Bagaimana konsumen mengolah dan mengevaluasi harga ? Bagaimana seharusnya harga produk dan jasa ditetapkan untuk pertama kalinya ? Bagaimana seharusnya harga disesuaikan gunaa memenuhi berbagai lingkungan dan peluang yang berbeda-beda ? Kapan seharusnya suatu perusahaan melakukan perubahan harga ? Bagaimana seharusnya perusahaan menanggapi perubahan harga pesaing ? JAWABAN 1. Konsumen sering secara aktif memproses informasi harga, menginterpretasikan harga dari segi pengetahuan mereka berdasarkan pengalaman membeli sebelumnya. Memahami bagaimana konsumen sampai pada pemahaman mereka tentang harga merupakan prioritas pemasaran yang penting. Di sini kita mempertimbangkan tiga topik kunci yaitu harga rujukan, kesimpulan harga-mutu, dan tujuan harga. Harga rujukan Riset telah menunjukkan bahwa konsumen memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang kisaran harga yang tercakup, agak mengherankan bahwa hanya sedikit yang mengingat harga spesifik dari produk-produk secara akurat. Ketika menguji produk, konsumen sering memanfaatkan harga rujukan. Pemikiran mengenai harga rujukan juga didorong dengan menetapkan harga tinggi yang disarankan pabrik, atau dengan menunjukkan bahwa produk itu diberi harga yang jauh lebih tinggi pada awalnya, atau dengan menunjukkan pada harga tinggi pesaing. Kesimpulan harga mutu Banyak konsumen menggunakan harga sebagai indikator mutu. Penetapan harga berdasarkan citra terutama efektif pada produk-produk yang peka terhadap ego seperti parfum dan mobil yang mahal. Ketika informasi alternatif tentang mutu yang benar tersedia, harga menjadi indikator mutu yang kurang signifikan. Petunjuk harga Persepsi konsumen tentang harga juga dipengaruhi oleh strategi penetapan harga alternatif. Banyak penjual yakin bahwa harga akan berakhir salam satu angka yang ganjil. 2. Dengan memperhatikan v Memilih tujuan penetapan harga. Makin jelas tujuan suatu perusahaan, makin mudah menetapkan harga. Perusahaan dapat mengharapkan salah satu dari lima tujuan utama melalui penetapan harga kelangsungan hidup, laba maksimum sekarang, pangsa pasar maksimum, menguasai pasar secara maksimum, atau kepemimpinan mutu produk. Kelangsungan hidup Perusahaan dapat mengejar kelangsungan hidup sebagai tujuan utamanya jika terjadi kelebihan kapasitas, persaingan yang sengit, atau keinginan konsumen yang berubah-ubah. Kelangsungan hidup adalah tujuan jangka pendek. Laba maksimum sekarang Perusahaan tersebut memperkirakan permintaan dan biaya yang terkait dengan harga alternatif dan memilih harga yang menghasilkan laba sekarang, arus kas, atau tingkat pengembalian investasi yang maksimum. Pangsa pasar maksimum Perusahaan menetapkan harga yang paling rendah, dengan berasumsi bahwa pasar tersebut peka terhadap harga Menguasai pasar secara maksimum Perusahaan-perusahaan yang memperkenalkan teknologi baru lebih menyukai penetapan harga yang tinggi untuk menguasai pasar. Kepemimpinan mutu produk Banyak merek berusaha keras untuk menjadi ”barang mewah yang dapat dihasilkan” – produk atau jasa yang bercirikan tinghkatan yang tinggi soal mutu, selera dan status yang dapat dirasakan, dengan harga yang cukup tinggi yang tidak di luar jangkauan konsumen. v Menentukan permintaan Setiap harga akan menghasilkan tingkat permintaan yang berbeda dan karena itu mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap tujuan pemasaran suatu perusahaan. Dalam kasus biasa, permintaan dan harga berbanding terbalik makin tinggi harganya, makin rendah permintaannya. Dalam kasus barang mewah, kadang-kadang harga naik dan malah penjualan akan makin banyak, bukan makin sedikit. v Memperkirakan biaya Permintaan menentukan batas harga tertinggi yang dapat dikenakan perusahaan untuk produknya Jenis biaya dan tingkat produksi Biaya-biaya perusahaan mempunyai dua bentuk, tetap dan variabel. Biaya tetap fixed cost yang juga disebut overhead adalah biaya-biaya yang tidak akan berbeda karena pengaruh produksi atau penjualan. Produksi yang terakumulasi Semakin berpengalaman dalam memprodukksi, metodenya akan membaik. Karyawan mempelajari cara kerja pintas, arus bahan makin mulus, biaya pembelian turun. Namun, penetapan harga berdasarkan kurva pengalaman mempunyai resiko besar. Penetapan harga yang agresif dapat memberi citra murahan kepada produk tersebut Akunting biaya berdasarkan aktivitas Biaya-biaya produsen akan berbeda-beda untuk masing-masing jaringan, dan labanya juga akan berbeda. Untuk memperkirakan profitabilitas sesungguhnya dalam bertransaksi dengan berbagai pengecer yang berbeda. Penetapan biaya sasaran Biaya berubah sejalan dengan skala produksi dan pengalaman. Pengurangan marjin laba yang diinginkan dari harga menghsilkan biaya sasaran yang harus dicapai. v Menganalisa biaya, harga, dan tawaran pesaing Dalam rentang kemungkinan-kemungkinan harga yang ditentukan permintaan pasar dan biaya-biaya perusahaan, perusahaan harus memperhitungkan biaya, harga dan kemungkinan reaksi harga pesaing. v Memilih metode penetapan harga Dengan adanya tiga C yaitu 1 jadwal permintaan pelanggan customer’s demand schedule, 2 fungsi biaya cost function, dan 3 harga pesaing competitor’s price – perusahaan kini siap memilih harga. Perusahaan-perusahaan memilih metode penetapan harga yang menyertakan satu atau lebih diantara ketiga pertimbangan tersebut. v Memilih harga akhir Metode-metode penetapan harga mempersempit ruang gerak yang harus di gunakan perusahaan untuk memilih harga harus mempertimbangkan faktor-faktor tambahan. 3. Perusahaan-perusahaan biasanya tidak menetapkan hanya satu harga, melainkan struktur penetapan harga yang mencerminkan perbedaan dalam permintaaan dan biaya geografis, tuntutan segmen pasar, waktu pembelian, tingkat pemesanan, frekwensi pengiriman, jaminan, kontrak perbaikan, dan faktor-faktor lainnya. Sebagai akibat dari pemberian diskon, potongan harga, dan dukungan promosi, suatu perusahaan jarang merealisasikan laba yang sama dari setiap unit yang dijualnya. Beberapa strategi penyesuaian harga adalah Penetapan harga geografis Penetapan harga geografis melibatkan perusahaan tersebut memutuskan bagaimana cara menetapkan harga produknya untuk pelanggan yang berbeda di lokasi dan negara yang berbeda. Barter Pertukaran barang secara langsung, tanpa uang dn tanpa keterlibatan pihak ketiga. Kesempatan kompensasi Penjual menerima sekian persen pembayaran dalam bentuk tunai, sisanya dalam bentuk produk Persetujuan beli kembali Penjual menjual pabrik, peralatan, atau teknologi kepada negara lain dan setuju menerima produk yang dihasilkan dengan peralatan yang dipasok tersebut. Imbal beli Penjual menerima pembayaran penuh dalam bentuk tunai, tetapi setuju menggunakan sebagian besar uang tersebut di negara tadi dalam kurun waktu yang ditetapkan. Diskon dan potongan harga Kebanyakan perusahaan akan menyesuaikan daftar harganya dan memberikan diskon dan potongan harga discounts and allowances untuk pembayaran yang lebih cepat, pembelian dalam jumlah besar, dan pembelian di luar musim. Manajemen penjualan perlu memantau proporsi pelanggan yang menerima diskon, diskon rata-rata, dan wiraniaga khusus yang terlalu mengandalkan pendiskonan. Manajemen tingkat tinggi harus melaksanakan analisis harga neto yang menghasilkan diskon, tetapi oleh banyak biaya lain. Penetapan harga promosi Perusahaan-perusahaan dapat menggunakan beberapa teknik penetapan harga untuk merangsang pembelian awal Penetapan harga pemimpin-rugi loss-leaader pricing Pasar swalayan dan toko serba ada sering menurunkan harga untuk merek-merek yang sangat terkenal utnuk merangsang lalu-lintas penjualan selanjutnya. Hal ini akan berhasil jika pendapatan dari penjualan selanjutnya dapat menutupi marjin yang lebih rendah dair barang-barang pemimpin-rugi tersebut. Penetapan harga peristiwa khusus special event procing Penjual akan menetapkan harga khusus pada musim-musim tertentu untuk menarik lebih banyak pelanggan. Rabat tunai cash rebate Perusahaan-perusahaan mobil dan perusahaan-perusahaan barang konsumen lainnya menawarkan rabat tunai untuk mendorong pembelian produk-produk produsen dalam suatu kurun waktu yang telah ditentukan. Rabat dapat membantu menghabiskan persediaan tanpa memotong harga biasa yang telah ditetapkan. Pembiayaan bunga rendah low interest financing Alih-alih menurunkan harganya, perusahaan tersebut dapat menawarkan pembiayaan bunga rendah kepada pelanggannya. Produsen mobil telah mengumumkan pembiayaan tanpa bunga guna menarik pelanggan. Masa pembayaran yang lebih lama longer payment terms. Penjual, khususnya bank hipotik dan perusahaan mobil, memperpanjang pinjaman untuk periode yang lebih lama dan dengan demikian menurunkan cicilan bulanan. Konsumen sering tidak begitu mencemaskan biaya yaitu suku bunga pinjaman dan lebih mencemasakan apakah mereka mampu membayar cicilan bulanannya. Garansi dan kontrak perbaikan warranty and service contract. Perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan menambahkan garansi atau kontrak perbaikan gratis atau berbiaya rendah. Diskon psikologis psychological discounting Strategi ini melibatkan penetapan harga yang pura-pura ditinggikan dan kemudian menawarkan produk tersebut dengan penghematan yang lumayan besar. 4. Situasi yang mengharuskan Perusahaan untuk menurunkan atau menaikkan harga. Memulai penurunan harga Beberapa keadaan mungkin menyebabkan perusahaan menurunkan harga. Salah satunya adalah kapasitas pabrik yang berlebihan. Perusahaan tersebut mungkin hanya mengandalkan penetapan harga agresif, tetapi dengan memulai penurunan harga, perusahaan tersebut mungkin akan memicu perang harga. Perusahaan-perusahaan kadang-kadang memulai penurunan harga dalam rangka gerakan mendominasi pasar melalui biaya yang lebih penurunan harga mengandung kemungkinan jebakan Jebakan mutu rendah. Konsumen akan menganggap bahwa mutu tersebut rendah. Jebakan pangsa pasar rapuh. Harga rendah merebut pangsa pasar, tetapi bukan kesetiaan pasar. Pelanggan yang sama akan beralih ke setiap perusahaan yang memberikan harga yang lebih rendah yang datang kemudian. Jebakan dompet tipis. Pesaing dengan harga yang lebih tinggi mungkin akan menurunkan harganya dan mungkin memiliki daya tahan yang lebih lama karena memiliki cadangan tunai yang lebih banyak. Memulai kenaikan harga Keberhasilan menaikkan harga dapat meningkatkan laba yang cukup besar. Keadaan utama yang menyebabkan kenaikan harga adalah inflasi biaya. Faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga adalah permintaan yang berlebihan. Harga dapat dinaikkan dengan cara-cara berikut, masing-masing memiliki dampak yang berbeda terhadap pembeli. Penundaan pengumuman harga delayed quotation pricing Perusahaan tersebut tidak menetapkan harga akhir hingga produk itu selesai atau dikirimkan. Klausula eskalator escalator clause. Perusahaan tersebut mengharuskan pelanggan membayar harga hari ini dan semua atau sebagian kenaikan inflasi yang terjadi sebelum pengiriman. Pemisahan bagian unbunding Perusahaan tersebut mempertahankan harganya, tetapi melepas atau menetapkan harga tersendiri untuk satu atau beberapa elemen yang tadinya merupakan bagian dari tawaran sebelumnya, seperti pengiriman dan pemasangan gratis. Perusahaan mobil kadang-kadang menambah rem antilock dan kantong udara samping penumpang sebagai pelengkap tambahan pada kendaraan mereka. Pengurangan diskon Perusahaan tersebut memerintahkan tenaga penjualannya untuk tidak lagi menawarkan diskon tunai dan diskon kuantitas seperti biasanya. 5. Dengan beberapa cara Mempertahankan harga Pemimpin tersebut dapat mempertahankan harga dan margin lanbanya . Mempertahankan harga dan menambah nilai Pemimpin tersebut dapat meningkatkan produk, layanan,, dan komunikasinya. Menurunkan harga Pemimpin tersebut mungkin menurunkan harganya Menaikkan harga dan meningkatkanm mutu Pemimpin tersebut mungkin menaikkan harganya dan memperkenalkan merek-merek baru untuk mengepung merek yang menyerang tersebut. Meluncurkan lini penyerang berharga murah Perusahaan tersebut mungkin akan menambahkan barang berharga murah ke lini tersebut atau menciptakan merek terpisah berharga murah. Masalahinilah yang sebenarnya membuat bisnis Anda tidak berkembang. Jika Anda mendapati bisnis yang sepi dan tidak berkembang, yang harus Anda lakukan adalah fokus dan pikirkan strategi baru untuk mengembangkan bisnis. 5. Perang Harga, Masalah Bisnis yang perlu Anda Cari Solusi. Ini adalah masalah yang sering terjadi saat ini.
dan harus diambil, mungkin perusahaan mengambil satu dari empat dapat mengurangi harganya untuk menyamai harga Perusahaan mungkin mempertahankan harganya, tetapi meningkatkan nilaianggapan Perusahaan mungkin memperbaiki kualitas dan menaikkan harga,menggerakkan mereknya ke posisi nilai harga yang lebih Publik dan Penetapan HargaIsu Kebijakan Publik dalam Penetapan Harga, meliputi Harga di dalam Tingkat SaluranPengaturan Harga price-fixing. Peraturan federal tentang pengaturan hargamenyatakan bahwa penjual harus menetapkan harga tanpa berbicara kepadapesaing. Jika tidak, penjual itu dicurigai melakukan kolusi harga. Perusahaanyang diketahui bersalah melakukan praktek semacam ini bisa menerima dendayang berat.Penetapan Harga yang Mematikan predatory pricing. Yaitu menetapkanharga di bawah biaya dengan maksud menghukum pesaing atau meraih labajangka panjang yang lebih tinggi dengan menyingkirkan pesaing dari harga yang seperti ini dilarang untuk digunakan karena dapatmematikan penjual Harga Lintas Tingkat SaluranPenetapan Harga Diskriminatif price discrimination. Penetapan hargadiskriminatif ini dapat dilakukan jika penjual dapat membuktikan bahwabiayanya berbeda ketika menjual ke pengecer yang berbeda. Penjual jugadapat mendiskriminasikan penetapan harganya jika penjual membuat kualitasyang berbeda dari produk yang sama untuk pengecer berbeda.Pemeliharaan Harga Eceran atau Penjualan Kembali retail price maintenanceor resale. Yaitu produsen tidak bisa mengharuskan penyalur mengenakanharga eceran tertentu untuk produknya. Hukum melarang pemeliharaan hargaeceran ini.Penetapan Harga yang Mengelabui deceptive pricing. Terjadi ketika penjualmenyatakan harga atau penghematan harga yang menyesatkan konsumen atautidak benar-benar tersedia bagi konsumen. Misalnya, memberikan diskontetapi sebenarnya tidak, karena sebenarnya harga diskon yang diberikanmerupakan harga normal dari produk DISKUSI8 Manajemen Pemasaran II
YTYh.
  • 3eage415qc.pages.dev/4
  • 3eage415qc.pages.dev/372
  • 3eage415qc.pages.dev/65
  • 3eage415qc.pages.dev/251
  • 3eage415qc.pages.dev/463
  • 3eage415qc.pages.dev/160
  • 3eage415qc.pages.dev/416
  • 3eage415qc.pages.dev/347
  • bagaimana seharusnya perusahaan menanggapi perubahan harga pesaing