LatarBelakang Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei: Sejarah dan Maknanya Pada tanggal 20 Mei 1908 silam, organisasi Boedi Oetomo (Budi Utomo) lahir. Budi Utomo disebut-sebut sebagai organisasi modern yang pertama di Indonesia, di mana kelahirannya kemudian dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei setiap tahunnya diperingati oleh bangsaToggle filters Vectors Expand filters Images Photos PNGs Vectors Videos Search by Image Explore Other Popular Vector Searches Recent searches Reset color traditionalislamramadanislamicmuslimculturerayareligiouscelebrationreligionpatternaidilfitriketupatharieidhari rayamubarakricetraditionpelitaornamentsillustrationmalaysiaramadhanasiakareemfoodlampbackgroundgreen Hari Kartini Vector Images - 130 royalty free vector graphics and illustrations matching Hari Kartini Filters Next 1 Previous of 2 Shutterstock logo Sponsored Vectors Click here to save 15% on all subscriptions and packs Popular Searches adult animals shapes leaf banner Related Searches traditionalislamramadanislamicmuslimculturerayareligiouscelebrationreligionpatternaidilfitriketupatharieidhari rayamubarakricetraditionpelitaornamentsillustrationmalaysiaramadhanasiakareemfoodlampbackgroundgreen Next Page Next 1 Previous of 2 Beragamkreator perempuan YouTube dengan latar belakang berbeda ini layak disebut Kartini modern. Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April diperingati di seluruh Indonesia. Kartini merupakan simbol pergerakan perempuan karena keberaniannya mengungkapkan pendapat serta pemikiran-pemikirannya yang memperjuangkan agar perempuan Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Di Indonesia tepat pada tanggal 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini, figur wanita yang didaulat paling berjasa bagi kaum wanita di Indonesia untuk kiranya lebih maju. Mengingat apa yang Kartini perjuangkan kala itu dimasanya adalah dimana kaum wanita begitu tertinggal dibandingkan apa yang didapat oleh kaum pria sehingga ia mempelopori para wanita agar mendapatkan hak yang setara dengan kaum pria dapatkan khususnya hak mendapatkan pendidikan. Kiranya sudah berpuluh-puluh tahun lewat apa yang Kartini dahulu perjuangkan bisa kita bersama lihat bahwa kaum wanita saat ini berkembang menjadi sosok maupun figur yang tidak lagi dianggap sebelah mata, kaum wanita saat ini menunjukkan bahwa kemampuan kaum mereka miliki tidaklah kalah dan mampu bersaing dengan para kaum pria. Tak sedikit bermunculan sosok wanita-wanita yang berprestasi dan mengharumkan nama bangsa layaknya tak kalah dengan apa yang Kartini lakukan, bahkan saat ini Penulis pandang kaum wanita menjadi sentralis dimana lebih mendominasi dalam dunia pekerjaan. Seperti kita ketahui bahwa zaman sudah maju dan keadaan apa yang dialami Kartini dimasa lalu tentunya telah berubah, dalam suasana memperingati hari Kartini maka menjadi pertanyaan tepatnya apa, mengapa, dan tujuannya diperingati? Hari Kartini kiranya seperti hari-hari dimana dipandang sebagai momentum dimana selain dianggap penting dikarenakan aspek bersejarah namun tanggal pada hari tersebut kiranya dapat mengakomodir atau mewakili keseluruhan dari segala bentuk perjuangan yang Kartini capai untuk meningkatkan derajat kaum wanita di Indonesia. Penulis akan ambil contoh tanggal 17 Agustus diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kenapa bukan tanggal 1 Agustus, 7 Agustus, atau 30 Agustus saja ditetapkan, mengapa tanggal 17 Agustus karena pada momentum tersebut ada aspek sejarah berperan sebagaimana pula mewakili segala bentuk perjuangan para pahlawan bangsa sebelum-sebelumnya agar Indonesia merdeka. Kembali membahas Hari Kartini tepatnya apa yang diperingati? Ini yang Penulis pandang mayoritas masyarakat Indonesia tidak pahami lebih dalamnya dikarenakan momentum Hari Kartini hanya sekedar "simbolis", dalam artian pada tanggal 21 April tersebut memang tidak bisa disanggah sebagai tanggal lahir Kartini dan moment penting dalam jangka waktu satu tahun bagi negara Indonesia. Tahun depan 2016 pun pada tanggal yang sama maka Indonesia akan kembali memperingati Hari Kartini, begitupun di tahun-tahun berikutnya selama eksistensi bangsa Indonesia di muka dunia. Tampak seolah masyarakat Indonesia hidup dalam sugesti bahwa Hari Kartini adalah tanggal 21 April tersebut, beberapa hari sebelum, bertepatan, dan selang beberapa lama sesudah moment tersebut maka ramai-ramai orang membahasnya, lalu Hari Kartini seakan terlupakan tidak berbeda dengan moment-moment bersejarah lainnya dari bangsa Indonesia. Jikalau ditanyakan mengapa Hari Kartini diperingati kemungkinan besar orang akan menjawab merupakan sejarah Indonesia, namun jawaban sebenarnya terletak pada kata "diperingati" atau "peringatan". Sebagai individu seringkali kita melupakan sejarah sebagaimana kalimat motivasi berkumandang "jangan menoleh kebelakang, pandanglah hari baru kedepan". Dalam pemahaman dari kalimat tersebut dimana sebagai individu atau wujud sebuah negara jangan terlalu hanyut di masa lalu diam terbelenggu tak melakukan apapun untuk berusaha maju merubah keadaan agar lebih baik kedepan. Dengan berat hari Penulis katakan inilah cerminan bangsa Indonesia saat ini, negara tercinta kita ini seolah terbelenggu dengan masa lalunya padahal apa yang Kartini perjuangkan yaitu memberikan pembaharuan bagi Indonesia khususnya bagi kaum wanitanya. Kita terbelenggu dengan tanggal 21 April dimana kita dapat mengimplementasi Hari Kartini dalam kehidupan keseharian, kita terbelenggu oleh sosok Kartini dimana masih begitu banyak figur pahlawan wanita baik terdahulu maupun hingga sekarang yang bisa kita jadikan panutan, kita terbelenggu dan seolah tak memiliki pandangan maju untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik seperti apa. Inilah ironi bangsa Indonesia pada Hari Kartini ini bahwa tidak sedikit yang mempeributkan banyak pahlawan wanita selain Kartini akan tetapi apa tujuaanya jikalau banyak sosok yang kita anggap penting bagi bangsa namun tak ada manfaat yang kita ambil dari apa yang mereka-mereka perjuangkan. Tanyakan kepada diri kita masing-masing dan cobalah renungkan, Hari Kartini adalah peringatan bagi bangsa Indonesia sebagaimana moment-moment penting bagi bangsa ini yang terus menerus dan berulang-ulang mengetuk pintu hati kita semua untuk menciptakan bangsa Indonesia yang lebih baik kedepannya. Demikian artikel Penulis, mohon maaf bilamana ada kekurangan dikarenakan kekurangan milik Penulis pribadi. Semoga bermanfaat dan terima kasih. Lihat Sosbud Selengkapnya ProposalHari Kartini PROPOSAL PROJECT. A. LATAR BELAKANG. Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu mengenang jasa para pahlawannya, selain itu juga sangat melindungi dan melestarikan budayanya, termasuk adat-istiadat bangsanya. Hal ini merupakan modal berharga bagi upaya pemantapan ketahanan mental spiritual dalam menghadapi pengaruh
- Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879. Hari kelahirannya itu hingga saat ini diperingati sebagai hari KartiniKartini juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964Kartini dibesarkan ditengah-tengah keluarga bangsawaan. Ayahnya bernama Sosroningrat menjabat sebagai Bupati ibunya bernama Ngasih, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru di Teluk Awur, hidupnya, Kartini banyak menulis surat kepada teman-temannya, baik yang berada di Indonesia mupun di Belanda. Baca Juga Ina Cookies Bisnis Kue Kering Mulai dari 1 Karyawan, Kini Ratusan. Mulai dari 5 Resep, Kini Ratusan ResepKepada mereka, Kartini menceritakan penderitaan perempuan jawa. Kartini bercita-cita perempuan jawa dapat menuntut ilmu dan memiliki kedudukan yang setara dengan kaum laki-lakiPada saat kartini berusia 24 tahun, ia dinikahkan dengan Adipati Ario Singgih Djojo Adiningrat yang merupakan seorang bangsawan dan juga Bupati RembangKepada suaminya Kartini mengutarakan cita-cita untuk memajukan kehidupan kaum wanita. keinginan itu didukung sang suamiKartini pun diizinkan mendirikan sekolah wanita, yang merupakan sekolah wanita pertama di RembangBerikut disajikan kisah inspiratif hadiah Pernikahan Kartini. Dikutip Ayoindonesia dari Ipusnas 20 Arpil 2022Hadiah Penikahan KartiniSejak kecil Kartini dikenal sebagai pribadi yang cerdas. Ia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berfikiran kritis. Baca Juga BSU BPJS Ketenagakerjaan 2022 Siap-siap! BLT Subsidi Gaji Rp1 Juta Cair April Ini Tidak heran ketika Kartini dibimbing gurunya membaca Alquran, ia selalu meminta gurunya untuk mengartikan surat Alquran yang dibacanyaBukannya mendapat jawaban, Kartini malah dimarahi gurunya. Menurut gurunya pada saat itu, Alquran adalah kitab yang suci sehingga tidak boleh diterjemahkan dalam bahasa apa yang mendengar penjelasan gurunya, sontak menjadi kesal dan sempat tidak mau lagi membaca Alquran. Hingga suatu hari Kartini bertemu dengan Kyai Sholeh di rumah Bupati pertemuan itu, Kyai Sholeh Memberikan ceramah tentang arti Surah Al-fatihahKartini yang mendengarkan dengan sungguh-sungguh, meminta pamannya untuk menemui Kiai Sholeh setelah pengajian selesaiSaat bertemu, Kartini mengatakan kepada Kiai Sholeh bahwa sanubarinya bergetar mendengar makna Surah Al-fatihah. Baca Juga 78 Peserta Lolos Sayembara Konsep Perancangan Kawasan di Ibu Kota NusantaraSetelah itu, Kartini pun bertanya kepada Kyai Sholeh “Mengapa selama ini Alquran tidak boleh di artikan dalam bahasa jawa? Bukankah Alquran adalah bimbingan hidup bagi manusia?”Mendengar pertanyaan dari Kartini terbebut, hati Kyai Sholeh tergugah untuk menerjemahkan Alquran dalam bahasa jawaKyai Sholeh pun menerjemakan ayat demi ayat dalam Alquran hingga 13 dari Surah Al-fatihah sampai Surah Ibrahim. Hasil terjemahan Kyai Sholeh tersebut kemudian diberikan sebagai hadiah pernikahan Kartini Terkini
Maklum zaman dulu belum ada Facebook yang ngingetin hari ulang tahun Setelah beberapa tahun sempat padam, Bertolak belakang dengan novel-novel Balai Pustaka yang masih dipengaruhi oleh sastera Eropah abad 19 di mana tokoh utama selalu dimatikan untuk menonjolkan rasa romantisme dan idealisme , karya-karya pada era 80-an biasanya selalu
dok. IDN Times Setiap tanggal 21 April adalah hari peringatan jasa-jasa salah seorang wanita paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Ya, Hari Kartini telah ditetapkan oleh Presiden Soekarno sejak tahun 1964. Selain merayakan ulang tahun Raden Ayu Kartini, salah satu pejuang emansipasi wanita paling pertama di Indonesia, diharapkan 21 April juga bisa menjadi penghargaan terhadap perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak-hak mereka dalam masyarakat bisa dipungkiri, Ibu Kita Kartini telah membuka sejumlah pintu bagi para perempuan Indonesia untuk mengenyam pendidikan dan mendapatkan hak-hak mereka. Namun apakah seluruh wanita Indonesia satu suara dalam hal ini? Bagaimana cara para perempuan Indonesia memaknai perayaan 21 April, apakah sosok Kartini benar-benar memberi pengaruh besar dalam kehidupan saat ini? IDN Times menanyai sejumlah perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang untuk Menurut Melarissa, perjuangan R. A. Kartini seharusnya tidak hanya dirayakan pada 21 April saja, kita harus memperjuangkan hak-hak perempuan kapan pun dengan cara istimewa Meski tengah berada jauh dari tanah air, Melarissa tidak melupakan makna dan jasa perjuangan Kartini. Gadis yang tengah mengenyam pendidikan di New York Film Academy, Los Angeles ini sangat merasakan manfaat dari perjuangan R. A. Kartini bagi perempuan muda di sang pahlawan memberi inspirasi bagi wanita agar mau 'berperang' melawan ketidakadilan dan diskriminasi dengan keyakinan diri yang kukuh. Kartini adalah sosok yang luar biasa; meskipun hidup terkungkung adat namun beliau masih mampu berusaha mandiri dan berjuang dari balik dinding. Bukannya teredam, hasrat Kartini akan pengetahuan dan menyuarakan pikiran semakin lantang. Beliau adalah sosok modern yang berasal dari masa lalu sehingga pantas dikenang dan diketahui kisahnya oleh para generasi muda bagi gadis yang mengambil pendidikan S2 jurusan screenwriting ini, perjuangan Kartini tidak harus dirayakan hanya pada 21 April saja. Para perempuan muda Indonesia harus menjadikan setiap harinya sebagai momen untuk berjuang dengan cara masing-masing demi menaikkan harkat wanita dan mengentaskan diskriminasi. "Bukan mustahil kelak, suatu hari kamu bakal bisa membuka pintu buat ribuan orang dan jadi inspirasi seperti Kartini." ungkapnya. Untuk Melarissa, Selain R. A Kartini dan Malala Yousafzai, sosok pahlawan wanita juga ada dalam diri sang ibu yang berhasil membesarkannya meskipun berjuang sendiri sebagai orangtua Mengenang perjuangan R. A. Kartini sangat penting karena beliau adalah pelopor kesetaraan hak antara pria dan wanita di Indonesia bagi IDN Times Sama seperti murid sekolah lain pada umumnya, Hari Kartini terasa spesial bagi Alvina. Gadis SMA ini diwajibkan mengenakan kebaya untuk memeriahkan Hari Kartini bersama teman-teman sekelasnya. Tak lupa, digelar juga acara cerdas cermat dan pertunjukan oleh dua orang wakil kelas. Seru sekali selain event-event khusus itu, Alvina juga merasa bahwa Hari Kartini punya makna lebih dalam. Menurutnya kita perlu berterima kasih kepada sosok R. A Kartini yang telah sangat berjasa bagi wanita Indonesia. Kartini menjadi pelopor agar para wanita bisa mendapatkan hak yang adil seimbang dengan para pria. Bagi Alvina, sosok pahlawan wanita masa kini ada dalam diri Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan yang tanpa gentar mengganyang kapal-kapal nakal di perairan "Cahaya" merasa sosok R. A. Kartini tak lebih berjasa dalam sejarah Bangsa Indonesia dibandingkan dengan para pejuang wanita lain yang turun ke medan semata via berbeda diberikan oleh Cahaya bukan nama sebenarnya yang merasa bahwa Hari Kartini tidak memiliki nilai spesial. Menurut wanita yang berprofesi sebagai makeup artist ini, Kartini adalah sosok yang beruntung. Wanita bangsawan dengan akses terhadap pendidikan dan pergaulan dengan bangsa Belanda. Kartini bisa melakukan inovasi dengan membuka sekolah karena beliau memang sosok yang mampu dan terfasilitasi. Ditambah lagi dengan seorang ayah yang memberi dukungan penuh terhadap cita-cita Cahaya, perjuangan Kartini tidak lebih hebat dari para pejuang wanita lain yang berjibaku, berkorban darah, tulang dan nyawa untuk melawan penjajahan. Cahaya mempertanyakan mengapa Kartini diistimewakan, padahal emansipasi wanita sudah ada sejak sebelum era beliau ditandai dengan para pahlawan wanita yang turun ke medan perang."Mengapa setiap perayaan Hari Kartini harus pakai baju daerah ke kantor atau sekolah? Bukankah lebih cocok jika itu dipakai saat memeringati Hari Sumpah Pemuda?" tanyanya Sumiatun tak kenal siapa itu R. A. Kartini, namun ia ingin menjadi pahlawan wanita bagi anak-anaknya yang masih IDN Times Berbeda dengan para wanita sebelumnya Sumiatun tidak mengerti soal Hari Kartini. Ya, ibu muda yang sehari-harinya berdagang makanan di teras sebuah ruko ini tidak tahu kalau 21 April adalah peringatan Hari Kartini. Bahkan, siapa sosok Kartini itu pun, Sumiatun tak ditanyai makna khusus 21 April, ibu dari dua orang anak ini tampak kebingungan dan memilih tersenyum saja. Baginya tidak ada yang spesial dengan hari tersebut, kecuali jika tanggal 21 April adalah tanggal merah yang sayangnya tidak.Sumiatun sebenarnya punya empat orang anak, namun saat ini tinggal dua yang masih hidup bersamanya. Impiannya adalah berhasil menyekolahkan kedua buah hatinya agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari dirinya. Sumiatun tidak mengenal sosok Kartini sebagai pejuang wanita yang menjadi teladannya, tapi di matanya ada sosok ibunya sendiri yang telah melahirkan dan membesarkannya hingga Juga Simak Nih! Ketika 9 Cowok IDNtimes Buka-bukaan Soal Kartini Masa Kini5. Jasa dan usaha R. A. Kartini masih perlu diperjuangkan kembali oleh para perempuan Indonesia karena saat ini efeknya terasa telah pudar menurut IDN Times Venita adalah seorang copywriter yang bekerja kantoran di siang hari dan kuliah di malam hari. Pekerjaannya di siang hari itu untuk membiayai cita-citanya memiliki gelar sarjana dan pendidikan yang lebih tinggi. Bagi Venita, Hari Kartini tidak terlalu spesial. Dari dulu sejak ia masih murid sekolah, hari peringatan ini hanya begitu-begitu saja. Perayaan-perayaan yang diadakan di berbagai sekolah dan kantor baginya hanya formalitas belaka. Sementara jasa sang pahlawan sudah terasa pudar rasanya dalam masyarakat masa emansipasi wanita terasa stagnan dan kerap disepelekan. Mayoritas warga Indonesia masih menganggap wanita yang berhasil kuliah tinggi dan sukses bukanlah pencapaian yang penting. Hakikat wanita masih sebatas jadi istri atau ibu rumah tangga. Ketika ditanya apakah R. A. Kartini adalah sosok yang berjasa baginya, Venita mengakui bahwa sang pahlawan emansipasi wanita memang telah berjasa. Tetapi di zaman dulu. Ia menyayangkan perjuangan yang dipelopori Kartini yang tidak dilanjutkan wanita-wanita di generasi berikutnya sampai sekarang. Buktinya adalah stigma buruk terhadap wanita yang masih bercokol kuat dalam pikiran masyarakat Indonesia, misalnya harkat wanita yang hanya diukur dari status pernikahannya meski sukses namun tak menikah dianggap gagal sebagai perempuan, misalnya.Selain sang ibu yang mendidiknya menjadi wanita mandiri dan mampu membela hak sendiri, Venita mengidolakan sosok wanita pemberani seperti Najwa Shihab yang meskipun wanita tidak pernah merasa terintimidasi meski harus berhadapan dengan tokoh sepenting apa pun dengan topik sesensitif apa pun. Ia berharap suatu saat nanti, bisa membuktikan dengan aksi nyata bahwa wanita setara dengan Yanti berterima kasih atas jasa R. A. Kartini yang membuka kesempatan baginya dan para perempuan Indonesia untuk mencapai impian mereka. dok. IDN Times Penampilan Yanti sedikit berbeda dengan sesama rekan kerja wanitanya yang lain. Jika teman-temannya mengenakan seragam manis atau celemek lucu, Yanti mengenakan seragam keamanan yang tampak gagah berwibawa. Meski begitu wajahnya tetap ayu terpulas riasan sederhana. Profesinya adalah petugas keamanan di sebuah Yanti, Hari Kartini dan sosok pejuang hak perempuan itu adalah hal yang penting baginya dan para wanita Indonesia. Pada Hari Kartini, ia turut senang ketika melihat anaknya sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut perayaan di sekolah. R. A Kartini sendiri adalah sosok yang Yanti kagumi dan anggap sebagai pelopor yang membuka jalan bagi kaum perempuan Indonesia. Tanpa perjuangannya mungkin sekarang wanita masih tidak ada apa-apanya dan tidak mendapat kesempatan seluas ini di dunia pendidikan maupun ia sempat tak diizinkan bekerja, kepergian salah seorang anaknya serta larangan sang suami membuatnya urung mencari mata pencaharian sendiri. Namun karena semangatnya yang besar dan latar belakang pendidikannya di bidang bela diri, akhirnya ibu anak dua ini berprofesi sebagai tenaga keamanan. Ini juga merupakan jasa R. A Kartini, yang menurutnya membuka peluang yang lebih besar bagi para wanita Indonesia dalam mengukuhkan posisi mereka di Meski tak lagi merasakan kesakralan Hari Kartini, Puspita tetap merasa perayaan ini perlu untuk mendidik masyarakat Puspita tak mungkin tak tahu soal Hari Kartini. Profesinya sebagai aparatur sipil negara membuatnya perlu turut serta merayakannya di kantor. Akan tetapi jika boleh jujur, ia tak merasa ada yang istimewa dari Hari ia juga tak menganggap perayaan tersebut sebagai formalitas belaka yang bisa disepelekan. Menurutnya peringatan hari Kartini diperlukan untuk terus mengingatkan masyarakat Indonesia tentang fakta penting sejarah perjuangan kaum perempuan demi mencapai posisi mereka sekarang. Selain itu Hari Kartini juga merupakan lampu merah tematik bagi kita agar tidak tenggelam dalam rutinitas perbedaan pendapat tentang arti Hari Kartini sebaiknya dijadikan masukan untuk melanjutkan perjuangan beliau dalam emansipasi wanita dari latar belakang berbeda telah memberikan pendapatnya masing-masing tentang makna Hari Kartini bagi mereka. Rupanya ada suara beragam dalam menyikapi jasa R. A. Kartini dalam perkembangan kehidupan perempuan Indonesia di masa sekarang ini. Perbedaan ini tak perlu kita sikapi dengan kontradiksi, namun bisa menjadi masukan bagi kita untuk melanjutkan usaha beliau dalam memperjuangkan hak dan posisi wanita dalam masyarakat Indonesia dan bahkan duniKaum perempuan harus percaya diri dengan kekuatan wanita dan berusaha membuat perubahan nyata yang tidak hanya di bibir saja. Dengan saling mendukung dan usaha tekun, tentu wanita juga dapat membuktikan bahwa mereka bukan manusia kelas dua dan dapat turut mengubah Juga 11 Quote Kartini yang Berhasil Menggerakkan Perempuan Indonesia Lebih Maju
Unduhstok vektor Hari Kartini, R A Kartini pahlawan wanita dan hak asasi manusia di Indonesia. latar belakang desain templat banner - Vektor bebas royalti 257347658 dari koleksi Depositphotos jutaan stok foto, gambar vektor, dan ilustrasi premium resolusi tinggi.
Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April identik dengan perjuangan dan pergerakan kaum perempuan. Berasal dari keluarga dengan latar belakang kaum priyayi memberi peluang bagi Kartini untuk menempuh pendidikan formal yang pada saat itu merupakan kesempatan langka bagi kaum perempuan. Hal ini pulalah yang kemudian mendorongnya untuk mendirikan sekolah perempuan di Rembang. Sebagai tokoh pergerakan sosok Kartini telah menginspirasi kaum perempuan. Hari lahirnya pun kini diperingati setiap tahun. Dalam artikel berikut kami ulas biografi Kartini. Selain itu, sebagai upaya melestarikan semangat perjuangan Kartini kami sertakan ide-ide kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka peringatan hari lahirnya. Biografi KartiniLahirnya Raden Ajeng KartiniLatar Belakang KartiniRiwayat Pendidikan KartiniUpaya Melestarikan Hari KartiniLomba Kartini MudaVlog KartiniLomba Desain Karikatur KartiniLomba Puisi KartiniLomba Pidato KartiniContoh Surat Edaran Kegiatan Hari KartiniContoh Ucapan Hari KartiniKepada IbuKepada GuruKepada Aktivis Perempuan Biografi Kartini Lahirnya Raden Ajeng Kartini Hampir seluruh masyarakat mengenal sosok Raden Ajeng Kartini. Seorang perempuan Jepara ini dikenal karena kepiawaiannya dan pemikiran yang visioner tentang hak dan kewajiban yang harus dimiliki seorang perempuan. Beliau lahir di kota Jepara, tepat pada tanggal 21 April 1879. Kedua orang tuanya, raden Mas Ario Adipati Sosroningrat dan Ngasiroh adalah pasangan dari keluarga bangsawan Jawa atau priyayi. Ibunya, Ngasirah, adalah seorang anak dari KH. Madirono yang bergaris keturunan dari Hamengku Buwono VI dan Nyai Haji Siti Aminah yang menjadi guru agama di daerah Telukawur, Jepara. Ayahnya Kartini bekerja sebagai Wedana kepala wilayah administrasi kepemerintahan di antara kabupaten dan kecamatan. Ketika itu, sebelum mencalonkan diri menjadi bupati, sebagai persyaratan ayahnya harus menikah dengan seseorang yang punya garis priyayi juga. Sehingga, ayahnya memutuskan untuk menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan yang mempunyai garis keturunan dari Raja Madura. Sehingga, dalam silsilah keluarga besarnya, Kartini merupakan anak ke-5 dari 11 baik kandung maupun tiri. Latar Belakang Kartini Di usianya yang menginjak dewasa, yakni 24 tahun, orang tua Kartini mengharapkannya untuk menikah dengan seorang Bupati Rembang kala itu, yakni K. R. M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Posisi Kartini sendiri adalah seorang isteri ketiga. Perannya yang bertambah, dan statusnya menjadi istri tidak menjadikan Kartini menyerah bahkan putus asa dengan keadaannya. Justru, dalam kondisi yang demikian keinginan Kartini untuk menjadi seorang guru dan mendirikan sekolahnya sendiri semakin membuncah. Hal tersebut pun juga disambut baik oleh suaminya sehingga Kartini dapat membangun sekolah perempuannya di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang. Dari hasil perkawinannya dengan K. R. M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat lahirlah seorang putra yang diberi nama Soesalit Djojoadhiningrat. Putranya dilahirkan pada tanggal 13 September 1904. Namun, takdir berkata lain. Alih- alih bahagia dengan kehadiran putranya, selang empat hari setelah kelahiran puteranya, Kartini wafat. Kartini meninggal pada usia yang terbilang muda, yakni usia 25 tahun tepat pada tanggal 17 September 1904 dan dimakamkan di desa Desa Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Hal ini menjadi duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkannya tak terkecuali suami dan putra yang baru dilahirkan. Meski Kartini telah tiada, perjuangan Kartini untuk menyuarakan hak perempuan pribumi lewat surat- suratnya tak dapat dinafikan terutama bagi kedudukan para kaum perempuan di Indonesia. Sepeninggalnya, banyak dari kaum pergerakan mendiskusikan pemikiran beliau. Bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yakni ,”Habis Gelap Terbitlah Terang” menjadikan penguat dan bukti bagi Kartini bahwa dirinya layak menyandang gelar sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Sumber Gelar ini disematkan pada Kartini pada saat pemerintahan dipimpin oleh pak Soekarno melalui Keppres dengan Nomor 108 tahun 1964 yang ditetapkan pada 2 Mei 1964 sehingga menetapkan 21 Mei sebagai hari Kartini. Riwayat Pendidikan Kartini Sumber Lahir dari keluarga bangsawan menjadikan Kartini memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang memadai pada zamannya. Dari pendidikan ini pula, terwujudlah sebuah pemikiran Kartini untuk mengangkat hak para kaum perempuan pribumi agar mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dengan apa yang didapat oleh kaum pria. Berawal dari pemikiran inilah, Kartini mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional indonesia karena menjadi pelopor emansipasi perempuan pribumi. Hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Kartini. Beliau pernah menempuh pendiidkan di ELS Europese Lagere School hingga mencapai usia 12 tahun. Setelahnya, beliau juga mengikuti tradisi Jawa pada masa itu yang harus menjalani tradisi pingitan dan tinggal di rumah. Faktanya, semasa bersekolah di ELS, Kartini Muda sempat mempelajari Bahasa Belanda. Beliau menggunakan kepiawaiannya berbahasa untuk saling berkirim surat dengan temannya yang ada di Belanda yakni Rosa Abendanon dan Estelle “Stella” Zeehandelaar. Fakta bakwa Kartini saling berkirim surat dibuktikan dengan adanya majalah De Hollandsche Lelie yang menerbitkan tulisan suratnya. Berkirim Surat ke Belanda Sumber Sebagai hasil dari berbincang lewat surat- menyurat serta ditambah dengan bacaannya tentang berbagai buku, surat kabar dan majalah Eropa, menjadikan Kartini lebih tertarik dengan pemikiran modern perempuan Eropa. Pada saat yang sama, muncul keinginan dalam dirinya untuk meningkatan cara berfikir kaum perempuan pribumi yang terbilang berada pada kategori tingkat sosial yang rendah. Cara uniknya dalam mempelajari konsep dan pemikiran perempuan Eropa dengan kondisi dalam pingitan menyebabkan aktivitas surat menyurat beliau menjadi cikal bakal perjuangannya. Surat- surat yang ditulis kebanyakan berisikan tentang kesulitan, hambatan maupun tantangan yang melanda kaum perempuan pribumi khususnya di Jawa. Salah satu isi suratnya yakni, beliau kecewa dengan model tradisi pingitan yang harus dilakukan para perempuan Jawa. Bagi Kartini, hal ini tidak bisa membuat para kaum perempuan pribumi bebas untuk mengekspresikan diri melalui menuntut ilmu seperti yang dijalankan oleh kaum pria. Emansipasi yang diinginkan Kartini sebenarnya bertujuan untuk membebaskan perempuan dari kekangan yang tidak masuk akal di masa itu dan membantu kaum perempuan agar mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dengan laki- laki. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman pemikirannya mengalami pergeseran makna. Selain kepiawaian Kartini dalam hal pendidikan, pemikiran yang diemban pun turut menjadi sorotan bagi kaum pergerakan. Dalam bukunya Sitisoemandari Soeroto, yakni Kartini Sebuah Biografi mengatakan bahwa Kedudukan Kartini dianggap sebagai Ibu Nasionalisme dalam Sejarah Indonesia modern. Sayangnya, pemikiran seperti tidak terlalu familiar di kalangan pergerekan. Perjuangan Kartini lebih didominasi dengan ungkapan perjuangan kaum perempuan. Bahkan tak jarang yang mempertanyakan simbol perjuangan yang disematkan pada Kartini dimana belum menunjukkan perlawanannya terhadap Belanda. Akumulasi gagasan yang tersusun dari lembar pucuk surat menjadi pembenaran bahwa pemikiran Kartini sebatas gagasan konseptual semata. Pemikiran yang Menginspirasi Kaum Pergerakan Sumber Seiring dengan perkembangan zaman, gagasan Kartini mulai santer dibicarakan oleh kelompok nasionalis untuk didiskusikan. Di pulau Jawa sendiri, terbentuknya kelompok yang dicetuskan oleh Tjipto Mangoenkoesoemo untuk membahas gagasan Kartini. Terbentuknya kelompok ini terjadi setelah beberapa tahun lembaran surat Kartini diterbitkan di Belanda. Tidak terlalu banyak diceritakan, namun Tjipto adalah tokoh masyhur pada periode awal era Kebangkitan Nasional. Selain dikenal sebagai sosok yang suka membangkang, ia juga senantiasa mengkritik adat kuno para bangsawan Jawa. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor hengkangnya dia dari organisasi Boedi Oetomo yang berdiri pada tahun 1908. Alasan yang mendasarinya berkaitan dengan usulannya terkait memperluas keanggotaan dengan menerima seluruh penduduk Hindia tanpa pandang bulu maupun etnik ditolak dalam rapat kepengurusan. Di tahun 1912, pada bulan September, Tjipto mendirikan Raden Ajeng Kartini Club. Club ini berdiri berdasarkan landasan yang sudah Tjipto hayati dalam pemikiran yang tertuang di lembaran surat Kartini. Beberapa kegiatan Kartini Club yakni berkaitan dengan kampanye kelilind dan rapat umum yang juga diadakan oleh Bapak Douwes Dekker. Namun, di tengah perjalanan mendulang kesuksesan, organisasi ini mengalami dengan takdir yang dipunya Kartini, yakni mati di usia muda. Setelah pendirinya, Tjipto menjadi pengurus di bidang lainnya, kehadiran club tersebut menjadi tidak jelas. Akhirnya, setelah melihat gonjang ganjing di tengah pergerakan ini,maka diputuskanlah dalam rapat bahwa Douwes Dekker akan menjadi wakil ketua yang menemani Tjipto. Seiring dengan berjalannya waktu, kelompok diskusi Kartini berubah menjadi organisasi yang baru dengan nama Algemene Studie Club. Dalam kelompok diskusi ini, beberapa pemaparan dan diskusi terkait nasionalisme dibahas dan dijadikan sebagai tesis gerakan anti- kolonialisme. Di era millenial sekarang, bukan tidak mungkin perjuangan yang dilakukan Kartini mudah dilupakan begitu saja. Faktanya, banyak dari sekian pemuda pemudi sampai hari ini belum mampu memahami esensi perjuangan Kartini. Oleh sebab itu, salah satu cara untuk memperingati perjuangannya beliau yakni dengan mengadakan kegiatan maupun agenda yang bertajuk Hari Kartini. Berikut beberapa kegiatan yang bisa dicontoh dan tetap akan memberikan kesan millenial! Lomba Kartini Muda Beberapa pasti sudah familiar dengan lomba ini. Sesuai dengan embel- embel di kata akhirnya yakni “Muda”, maka lomba ini ditujukan untuk para anak remaja usia 14- 17 tahun di desa maupun di kota masing- masing. Biasanya, lomba kartini muda dicover dalam bentuk ajang pencarian bakat dengan melalui berbagai tahapan seleksi yang sudah ditentukan. Serangkaian acara foto unik juga dapat dimasukkan dalam tahap penyeleksiannya. Nah, bagi yang kesulitan untuk mencari inovasi kegiatan untuk hari kartini, lomba ini boleh dicoba! Lomba Poster Kartini Sumber Sumber Selain ajang pencarian bakat, upaya pelestarian hari Kartini dapat diwujudkan melalui upaya penyebaran opini lewat sosial media dengan adanya poster bertema Kartini. Hal ini efektif dilakukan, untuk membuat orang teringat dengan hari Kartini. Lomba poster juga cukup efisien bila dilihat dari segi waktu dibandingkan lomba yang membutuhkan banyak waktu dan meluangkan berbagai ide sehingga mampu menguras tenaga yang dipunya. Bila anda adalah satu dari panitia persiapan acara hari Kartini, lomba ini boleh dijadikan salah satu opsi di desa, sekolah maupun di lingkungan masyarakat! Vlog Kartini Sumber Masih seputar era masa millineal, selain menyediakan lomba dengan segmentasi keahlian di bidang desain, maka lomba vlog Kartini juga bisa dijadikan rekomendasi. Selain membantu siswa maupun masyarakat menngingat Hari Kartini, sebenarnya lomba ini juga akan meningkatkan kekreativitasan para milenial. Dibandingkan melihat banyak konten yang berisikan seputar prank yang mengandung ketidakjelasan, alangkah baiknya konten youtube kita isi dengan memahamkan peran dan perjuangan Pahlawan Nasional Ibu Kartini. Lomba Desain Karikatur Kartini Lomba kali ini merupakan sekuel lomba dari poster. Bedanya, kreativitas dan inovasi akan lebih dibutuhkan di lomba desain karikatur ini. Biasanya, lomba seperti ini sering diadakan oleh LSM maupun non kemasyarakatan lainnya. Publikasi lomba ini bisa dalam bentuk cetak maupun banner yang dipasang di sekitar lingkungan tempat tinggal maupun sekolah agar lebih menarik perhatian. Kalau poster dan Vlog terkategori dalam lomba yang mainstream, maka lomba anti-mainstream ini bisa dicoba! Lomba Puisi Kartini Kategori lomba puisi diperuntukkan bagi para sastrawan dan penyair maupun ahli bahasa bahkan yang tak punya latar belakang kesastraan. Sudut pandang yang diambil dalam puisi bisa dari berbagai sisi. Pengembangan puisinya boleh dengan mengkritisi pemikiran Kartini maupun fakta unik Kartini lainnya yang perlu disampaikan kepada khalayak umum. Pun, kata- kata mutiara Kartini yang melimpah ruah, dapat dijadikan sebagai salah satu referensi untuk poin tambahan dalam lomba. Lomba Pidato Kartini Terakhir, kategori lomba ini boleh dicoba ebagai inovasi baru pada kegiatan perayaan Hari Kartini. Selain bertujuan untuk melatih kemampuan public speaking para peserta, lomba ini juga dapat meningkatkan kekreativitasan peserta dalam mengembangkan narasi yang akan dijadikan isi dalam pidatonya. Lomba ini sangat direkomendasikan apalagi kalau diadakan di lingkungan sekolah maupun universitas dengan improvisasi yang keren dan menarik. Selamat mencoba! Contoh Surat Edaran Kegiatan Hari Kartini Setelah proposal kegiatan hari Kartini di acc, yang tidak boleh ketinggalan adalah surat edaran untuk memberikan informasi kepada khalayak umum. Penyebutan kapan dan dimana peringatan itu digelar juga harus jelas. Apalagi, surat edaran tiap instansi, lembaga maupun komunitas akan berbeda- beda bentuknya. Namun, untuk melihat format standar surat edaran kegiatan hari kartini, yuk simak ulasan berikut ini! PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JI. Hayam Wuruk No. 3 0283 491270 – Fax. 0283 492211, Sragen Kepada Yth. I. Sekretaris dan para Kepala Bidang DIKBUD Kab. Sragen 2. Kepala Desa Se- Kabupaten Sragen SURAT EDARAN TENTANG PEMAKAIAN PAKAIAN NASIONAL DALAM RANGKA PERINGATAN SAMBUTAN HARI KARTINI KE 150 TAHUN 2020 Berdasarkan hasil keputusan dari program kerja Panitia Peringatan Hari Kartini ke 150 Tingkat Kabupaten Tega/ Tahun 2017, maka dalam rangka mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini, maka Saudara diharapkan mewajibkan untuk para karyawati di lingkungan Unit Saudara pada tanggal 21 April 2020 saat jam kerja supaya mengenakan pakaian nasional Kebaya dan Sarung asli Sragen atau dapat digantikan dengan aksesoris yang sejenis. Demikian untuk menjadikan maklum dan atas kerjasarnanya kami sarnpaikan terima kasih. Walikota Sragen Hendro Sutjipto Contoh Ucapan Hari Kartini Kepada Ibu Selamat Hari Kartini untuk para ibu generasi bangsa. Jasamu tak akan terlupa. Tak sanggup kami menggantikan bekas linangan air matamu untuk para generasi peradaban yang gemilang ini. Pekerjaannmu yang paling mulia dan tertinggi. Perih, sedih, duka, lara bercampur dengan suka cita saat engkau membersamai proses perkembangan kami untuk melihat kerasnya dunia. Kepiawaianmu mencerdaskan kami akan kami jadikan tradisi sepanjang masa untuk anak cucu kami. Jadilah lentera dikala gelap menyelimuti anak- anakmu ini. Sekali lagi, selamat Hari Kartini untuk Ibuku! Kepada Guru Sumber Selamat Hari Kartini teruntuk para pendidik peradaban. Jasamu tak akan pernah terlupa. Keseriusanmu dalam menjaga dan mengayomi kita layaknya anakmu akan selalu dikenang. Kami tak ubahnya seperti kapas putih, lalu engkau datang dengan warna yang memberikan secercah harapan pada kehidupan fatamorgana ini. Semoga, di Hari Kartini, para pendidik perempuan dapat lebih menjadi perhatian bangsa. Bahwa meski engkau disibukkan dengan peran sebagai istri dalam keluargamu, kami anak- anakmu di sekolah tak akan pernah dilupa. Selamat Hari Kartini, Para Ibu Guruku Kepada Aktivis Perempuan Selamat Hari Kartini, para aktivis perempuan. Perjuanganmu belum berhenti sampai disini. Masih banyak para kaummu di luaran sana yang tertindas oleh Kapitalisme sekarang! Dunia butuh suaramu. Bukan kesetaraan gender yang harusnya menjadi tujuan kita, tapi terbebasnya dari belenggu Kapitalisme sebagai penyebab saratnya penindasan adalah cikal bakal kesulitan yang kita hadapi. Maka, mari terus satukan langkah. Jadikan diri kita layaknya cahaya bagi para kaum perempuan yang lemah. Hidup kita ada bukan dibuat untuk menyaingi para kaum pria, namun untuk membersamai mereka melawan ketidakadilan dunia! Hidup Mahasiswa! Hidup Aktivis Perempuan Indonesia! Selamat Hari Kartini, Teman Seperjuangan Nah, surat ucapan di atas hanya contoh dari sekian banyaknya ucapan yang bisa kita berikan saat merayakan hari Kartini. Jangan ragu mencoba untuk membuat sendiri ya! Bila kesulitan, boleh ditambah juga dengan quotes Kartini yang sangat banyak dan variatif. Demikian ulasan tentang Hari Kartini, semoga artikel ini bermanfaat ya!
jJnh.